SERANG – Intensitas curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Provinsi Banten, khsusunya Kota Serang pada Minggu (1/3/2020) hingga malam hari, berdampak terjadinya pergeseran tanah atau longsor di lingkungan Sempu Seroja, Kelurahan Cipare, Kecamatan Serang, Kota Serang.

Pada bencana longsor itu sedikitnya tiga rumah di wilayah pada pemukiman terkena dampak, satu diantaranya ambrol terbawa longsor.

Cati (50) salah satu pemilik rumah yang terkena dampak longsor mengatakan, longsor itu bermula terjadi setelah hujan deras yang mengguyur Kota Serang. Pada saat itu sekitar pukul 21.20 WIB, dirinya beserta keluarga sedang beristirahat setelah melaksanakan sholat isya.

Tidak lama kemudian, longsor itu terjadi. Pada saat itu salah satu anaknya dalam posisinya berada didapur sehingga terbawa longsor. Namun, nasib bagus masih menyertai anaknya yang selamat pada kejadian itu.

“Di dalam rumah ada 5 orang sedang tiduran setelah solat isya, satu anak saya didapur saat longsor dan terbawa lingsor untuk pada sat itu anak saya loncat sehingga selamat,” kata Carti saat ditemui di kediamannya, Senin (2/3/2020)

Longsor itu, kata dia, telah menghancurkan setengah dari rumahnya dan merusak pagar dua rumah dibawahnya.

“Dapur rumah ambrol dan merusak dua pagar rumah dibawahnya, serga menutup jalan lingkungan,” ucapnya.

Akibat kejadian itu, dirinya beserta keluarga terpaksa harus mengungsi ke rumah saudaranya yang masih berada di wilayah Kota Serang.

“Masih takut tinggal disini, sementara mau ngungsi ke rumah saudara saya,” ungkapnya.

Atas kejadian itu, Wali Kota Serang Serang langsung respon atas kejadian itu dengan melakukan tinjauan kelokasi longsor. Ia mengatakan, secara pribadi dan instansi mengucap turut berduka cita atas kejadian itu.

Ia pun berjanji akan memberikan bantuan kepada korban yang rumahnya terkena dampak longsor.

“Dari diri pribadi saya akan sumbang, dan secara instansi juga akan dibantu,” katanya.

Selain itu, dirinya juga telah memberikan instruksi kepada jajarannya untuk membersihkan tanah dan bebatuan serta puing sisa longsor yang menutup akses jalan lingkungan. Tak hanya itu, dirinya juga akan membuatkan turap untuk menahan tanah agar tidak terjadi longsor susulan.

“Nanti akan dibuat turap dilokasi ini agar tidak ada longsor susulan dikemudian hari,” tutupnya. (HRS/Red)