CIEGON – Organisasi Mahasiswa yang tergabung dalam Cipayung Plus yakni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Gerakan Mahasiswa Nasionalis Indonesia (GMNI) dan Ikatan Mahasiswa Muhamadiyah (IMM) Pandeglang melakukan audiensi kepada Dinas Kesehatan (Dinkes) Pandeglang.

Audiensi tersebut bertujuan untuk menanyakan penanganan Covid-19 di Kabupaten Pandeglang serta menanyakan anggarannya yang dikeluarkan pemerintah untuk penanganan wabah Covid-19 dan masuknya WNA Bangladesh.

Ketua Umum HMI Cabang Pandeglang, Hadi Setiawan mengatakan, audiensi mengenai penanganan Covid-19 ini, kami menanyakan kenapa tim gugus bisa kecolongan terkait dengan WNA Banglades yang masuk ke Pandeglang dan terindikasi dari hasil tes rapid test hasilnya reaktif kami sangat menyayangkan atas WNA masuk ke Pandeglang,” ungkapnya, Rabu (15/4/20).

Dijelaskan Hadi, Di berbagai daerah seluruh Indonesia sedang dilanda permasalahan Covid-19, untuk Pandeglang sendiripun tidak terlepas dari permasalahan tersebut.

“Data terupdate Pandeglang, dari Tim Gugus pertanggal 15 April, ODP 799 dipantau 91 Sembuh 707 dan meninggal 1, PDP 18 sembuh 6 dirawat 6 meninggal 6,” jelasnya.

Selain itu Hadi menanyakan terkait anggaran Dinkes Pandeglang untuk penanganan Covid 19 melalui Kabid Yankes Yudi mengatakan anggran tidak terduga dinkes ini hanya Rp. 820 Jutaan.

“Kami audiensi ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) pihak BPBD memberikan RAB anggrannya sejumlah Rp.50 juta, akan tetapi kami juga aneh dengan anggran BPBD kebanyakan anggran tersebut abis pake untuk rapat kordinasi saja, lantas untuk pencegahan Covidnya pihak BPBD hanya membuat selebaran pamplet dari kertas HVS,” ujarnya.

Ketua Umum IMM Pandeglang Erlin menambahkan, dirinya ingin anggaran penanganan Covid di jadikan ajang bacakan oleh para oknum, akan tetapi manfaatnya tidak dirasakan oleh masyarakat untuk pencegahan pandemi Covid-19.

“Anggran penanganan Covid-19 di Pandeglang naik menjadi Rp 58M dan ditambah pihak swasta memberikan bantuan masker sekitar 250.000 itu jumlah yang cukup besar akan tetapi masker tidak dirasakan oleh masyarakat. Kami meminta angaran tersebut harus jelas di pos- poskannya kemana saja? Cipayung plus akan terus mengawal anggaran Covid-19 tentunya agar benar nyampe ke masyarakat yang terdamak,” pungkasnya. (De/Red)