PANDEGLANG – Sejumlah rumah yang ada di Kampung Cibingbin Desa Cibingbin Kecamatan Cibaliung, terendam banjir dari luapan sungai Cisuakan, Minggu (26/4/2020) pukul 18.00 malam.

Dari data yang dihimpun, terdapat lima rumah warga yang terendam banjir dan mengakibatkan padi hasil panen hanyut terbawa air. Yaitu rumah sdr. Kudil
Alamat Kp. Cibingbin, RT001/RW 001 Desa Cibingbin dirinya kehilangan padi 12 karung hanyut, kulkas, televisi, kipas angin, mejikom, kasur hanyut.

Kemudian rumah sdr. Cuma, dirinya kehilangan padi 15 karung hanyut, kulkas, televisi, kipas angin, hp, mejikom, salon speaker. Selain itu, rumah sdr. Wahyudin juga mengalami kerugian padi 10 karung hanyut, kulkas, televisi, kipas angin, mejikom, emari pakaian hanyut dan kasur.

Selain itu, rumah sdri. Ati setiawati mengalami kerugian padi 9 karung hanyut, kulkas, televisi, lemari pakaian dan kasur hanyut. Bahkan, gudang padi sdr. Armin, terdapat padi 13 karung hanyut.

Salah seorang warga, Kudil mengatakan, saat ini air yang merendam sudah kembali normal, namun warga masih tetap mengungsi di rumah tetangga yang dinilai masih aman.

“Untuk sementara ketinggian air sungai sudah surut (normal), dan pemilik rumah yang terkena dampak banjir sementara tinggal di rumah keluarga sdr. Armin,” katanya, Senin (27/4/2020).

Sementara itu, Ketua Tagana Kabupaten Pandeglang, Ade Mulyana menuturkan, pihaknya membenarkan adanya informasi banjir di daerah Cibaliung, namun untuk kerugian material dirinya belum bisa memperkirakan.

“Iya untuk sementara memang ada banjir dari luapan sungai di Cibingbin, sekitar lima rumah yang terendam. Kalau untuk kerugian material kami belum bisa memperkirakan ya, adapun untuk rumah yang terendam itu informasinya tidak mengalami kerusakan sepertinya,” ucapnya. (De/red)