Kesal Tak Kunjung Dibangun, Warga Tandur Di Jalan
PANDEGLANG – Sejumlah Warga Desa Cipinang Kecamatan Angsana geram melihat kondisi jalan yang berlumpur, warga seperti kegirangan melihatnya dan menganggap lahan pesawahan baru, dan akhirnya melakukan tanam mundur (tandur) berjamaah di jalan.
Dari informasi warga sekitar, jalan tersebut sudah memakan tahun tidak mendapat perhatian pembangunan, sehingga tidak segan menanami padi di tengah jalan.
Salah seorang warga sekitar, Romadon Porolak menuturkan, pihaknya selaku warga tetangga yang berada di dekat jalan tersebut merasa prihatin dengan kondisi jalan berlumpur yang cukup dalam, sementara pemerintah setempat seperti menghiraukannya.
“Pasti siapapun yang hendak lewat jalan itu pasti mengelus dada, seperti tidak hadirnya pemerintah, namun apalah daya saya hanya sebagai warga tidak bisa berbuat banyak, sampai ada warga yang menganggap jalan itu sebagai lahan pesawahan,” ucapnya kepada harianbanten.co.id, Selasa (12/5/2020).
Ia mengatakan, persoalan jalan tersebut akan dikawal sampai ada sentuhan pembangunan, meskipun hanya dengan upaya sarkasme dengan melakukan penanaman padi di tengah jalan.
“Kita hanya bisa melakukan apa yang bisa dilakukan, mungkin cara tandur di jalan ini salah satu bentuk protes masyarakat terhadap pemerintah yang berwenang untuk melakukan pembangunan,” katanya.
Sementara itu, Salah seorang Anggota DPRD Kabupaten Pandeglang, Yangto merasa miris melihat kondisi jalan tersebut, namun dirinya hanya bisa mengarahkan untuk masalah pembangunan, sebab masih dalam pandemi.
“Ada covid banyak jalan yang sudah saya arahkan ke dapil dicabut pusat,” katanya. (De/Red)



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.