PANDEGLANG – Puluhan rumah milik warga Desa Taman Jaya dan Desa Ujungjaya Kecamatan Sumur, menjadi korban bencana banjir bandang setinggi satu meter dari luapan Sungai Cibaua dan Sungai Cikawung, Senin (22/6/2020).

Dari informasi yang dihimpun, Kampung Pendeuy dan Kampung Nelayan di Desa Taman Jaya terkena banjir bandang pada pukul 15.30 sore, dengan merendam sepuluh rumah warga. Sementara di Kampung Cikaung Kidul Desa Ujungjaya terjadi banjir bandang sekitar pukul 17.30 sore dengan merendam belasan rumah warga.

Tim reaksi cepat tanggap BPBD Pandeglang, Rian mengatakan, kejadian tersebut tidak secara bersamaan terjadi, namun terdapat selisih waktu. Menurut Rian, meluapnya sungai yang ada di desa tersebut karena diguyur hujan dengan intensitas sedang beberapa jam.

“Kejadian itu terjadi di dua desa satu kecamatan, untuk informasi dari Taman Jaya itu masuk informasinya sekitar pukul 19.00 malam, namun untuk di Desa Ujungjaya informasinya masuk ke ke kita sekitar pukul 20.00 malam, agak sedikit terlambat memang informasinya, namun kami akan melakukan tindakan kesiapsiagaan,” ucapnya kepada harianbanten.co.id.

Ia mengatakan, dalam peristiwa tersebut tidak ada korban jiwa, namun kerugian material yang cukup besar sekitar puluhan juta rupiah, karena ada beberapa perahu milik nelayan yang terdampak banjir bandang tersebut.

“Untuk korban jiwa memang nihil, di Kampung Nelayan ada lima rumah, milik Aceng (40), Mansur (45), Sarmanah (60), Upeu (35), Kahar (45) dengan kerugian Rp.25 juta. Kemudian di Kampung Pendeuy ada lima rumah milik Barahim (75), Eni (30), Wawang (35), Jarman (50), Amad (50), Mandiah (60) dengan kerugian Rp.30 juta, di Kampung Cikawung Kidul terdapat 12 rumah milik Ado (43), Karti (50), Daim (32), Juriah (50), Adsa (53), Ruhiyat (34), Yani (50), Darma (32), Karsa (38), Misa (48), Kesih (30) dengan kerugian RP.24 juta,” katanya.

Rian mengatakan, selain rumah warga terdampak banjir bandang, beberapa perahu milik warga yang terdampak banjir bandang tersebut terbawa banjir di muara.

“Perahu milik Sdr. Rustani (35) alamat Kp. Pendeuy, perahu milik Sdr. Samsudin (45) alamat Kp. Nelayan, perahu milik Sdr. Serma Gonon (50), perahu milik H. Bati (55), dan satu erahu yang belum diketahui pemiliknya, dengan total kerugian perahu sekitar Rp.20 juta,” katanya.

Sementara itu, salah seorang warga Desa Ujungjaya, Ropiansyah mengatakan, warga sekitar masih melakukan siap siaga, karena apabila hujan tidak segera reda akan berpotensi banjir susulan.

“Kalau hujannya seperti ini terus, kami juga khawatir ada banjir susulan, makanya sekarang kami menyelamatkan barang warga yang terdampak dahulu, semoga saja bisa reda agar tidak ada banjir susulan,” katanya. (De/red)