Tinggal Di Gubuk, Warga Sobang Disangka ODGJ
PANDEGLANG – Salah seorang warga Kampung Kalapa Cagak RT 03 RW 07 Desa Teluk Lada Kecamatan Sobang, Kasno terpaksa tinggal sebatang kara di Gubuk miliknya yang nyaris roboh.
Dari informasi yang dihimpun, Kasno tidak dipedulikan oleh keluarganya, karena diduga gangguan jiwa, selain itu juga untuk kebutuhan sehari-hari hanya mengandalkan belas kasih orang tua.
Untuk kepedulian warga sekitar dan pemerintah setempat juga sempat meninjau, namun hanya memberikan bantuan alakadarnya saja, tidak memberikan bantuan untuk program apapun, dengan alasan gangguan jiwa.
Salah seorang tetangga Kasno, Wahyudhi mengatakan, yang bersangkutan tidak pernah mendapatkan bantuan program apapun, jangankan dari pemerintah dari pihak keluarga saja kurang memperhatikan.
“Kalau untuk masalah bantuan program BPNT, PKH atau sejenisnya itu belum,” ucap Wahyudi kepada Harian Banten, Kamis (2/7/2020).
Wahyudi mengaku saat ini dirinya berupaya membantu dengan cara memastikan persoalan bantuan perhatian dari desa, memastikan status ODGJ, bahkan datang kepada pemeirntah kecamatan.
“Kemarin saya datang langsung ke Desa Teluk Lada, kebetulan saya bertemu dengan Sekdesnya. pengakuan Sekdes, bliau itu belum lama sudah dapat bantuan sembako alakadar dari Dinsos Pandeglang, dan pengakuan Sekdes juga bilang bahwa beliau itu mengalami gangguan jiwa,” ujarnya.
Wahyudi mengatakan, dirinya akan memastikan kepada pihak Puskesmas terkait dengan tudingan ODGJ terhadap yang bersangkutan, agar bisa dipastikan ODGJ atau bukan.
“Makana hari ini insyaallah saya akan datang ke Puskesmas Sobang, bertemu langsung dengan Pak Agus selaku kepala Puskesmas Sobang, untuk mempertanyakan beliau apa bener atau tidaknya mengalami gangguan jiwa,” katanya.
Menurut Wahyudi, pihak keluarga dinilai kurang peduli bahkan membiarkan hidup sebatangkara, meski demikian warga masih iba melihat kehidupan Kasno dengan memberikan makan.
“Kalau dari pihak keluarganya tidak ada, bahkan beliau juga hidup sebatangkara. Itu juga masalah makan mah alhamdullilah ada kepedulian dari warga setempat,” ucapnya.
Salah satu penyebab tidak mendapatkan bantuan program, kata Wahyudi, lantaran sdr. Kasno dianggap ODGJ, namun demikian kepastian keterangan dari pihak Puskesmas terkait belum ada.
“Pengakuan bapak Kasno, dari kecamatan hanya meninju saja. Jenis bantuan program renovasi rumah juga belum, itu tadi pihak desa beranggapan kalau beliau itu mengalami gangguan jiwa, mungkin seperti itu. Makanya saya harus cari tau dulu ke pihak Puskesmas Sobang benar tidaknya kalau beliau mengalami gangguan jiwa,” katanya. (De/red)



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.