Ada Oknum Polisi, Wartawan Demo Polres Pandeglang
PANDEGLANG – Sejumlah masa aksi dari wartawan media cetak elektronik dan teleivis, melakukan akasi unjuk rasa di halaman Polres Pandeglang, Jumat (16/10/2020).
Aksi tersebut merupakan buntut dari adanya tindakan oknum kepolisian yang represif, dengan melakukan pelarangan untuk mengambil gambar saat aksi unjuk rasa.
Korban dari adanya tindakan represif dari media cetak Satelit News, Nipal Sutiana mengungkapkan, dirinya mendapat tindakan dari oknum kepolisian yang melarangnya untuk mengambil gambar siswa yang ditahan, ditambah dengan adanya ucapan yang kurang layak dilontarkan yang mencerminkan tidak kooperatifnya pihak kepolisian.
“Saya kecewa dengan adanya insiden ini, padahal jurnalis dan kepolisian merupakan dua unsur yang saling keterkaitan dan saling membutuhkan, kejadian ini seperti tidak menganggap pers sebagai mitra kerja,” tuturnya kepada harianbabten.co.id.
Menurutnya, insiden tersebut terjadi akibat adanya miskomunikasi antara pihak kepolisian dan jurnalis, sebab kurang adanya koordinasi yang dilakukan.
“Persoalan ini merupakan tidak saling kenalnya antara antara oknum kepolisian dengan wartawan, sebab dengan adanya insiden tersebut menjadi penguat kita untuk saling menjalin komunikasi yang baik, agar tidak terjadi lagi insiden berikutnya kedepan,” ujarnya.
Sementara itu, Kapolres Pandeglang AKBP Sofwan Hermanto menuturkan, dirinya atas nama kelembagaan dan oknum kepolisian meminta maaf, dia mengaku siap mendapatkan hukuman adanya perilaku yang tidak menyenangkan dari anggotanya.
“Saya selaku Pimpinan memohon maaf atas adanya tindakan dari anggota saya. Seandainya ada tuntutan hukuman yang diajukan kepada saya, saya siap menerima hukuman atas bawahan saya, karena bagi saya kesalahan bawahan merupakan kesalahan saya, maka dari itu permohonan maaf ini disampaikan sedalam-dalamnya,” katanya. (De/red)



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.