LEBAK – Keluarga Sutiyah (65) warga Kampung Sentral, Kelurahan Rangkasbitung, Barat Kecamatan Rangkasbitung, yang ditemukan tewas terbakar dihalaman belakang rumahnya, mengaku tak tahu persis penyebab kematian wanita paruh baya tersebut.

Namun berdasarkan informasi yang diperoleh, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 06.30 WIB, dimana Dahari (70) suami dari Sutiyah mencari keberadaan istrinya yang sudah menghilang usai shalat subuh.

Setelah mencari, laki-laki paruh baya ini pergi ke belakang untuk menggantungkan burung kesayangannya.Naas bukannya menggantungkan burung, justru Jahari menemukan mayat tergeletak dalam keadaan hangus.

“Saya tidak tau kalau itu ternyata istri, saya panggil warga juga anak saya setelah ramai ditemukan sendal yang digunakan istri saya,” kata Jahari ketika diwawancara wartawan, Selasa (25/9/2018).

Jahari menjelaskan, tak ada permasalahan apapun dalam keluarga.

Namun, sehari sebelumnya tepatnya Senin (24/9/2018) Sutiah mengeluhkan sakit gigi sehingga berobat ke dokter terdekat.

“Memang kalau sakit dipendam sendiri, kemarin dia minta berobat tapi sekarang ditemukan sudah tewas terpanggang,” paparnya.

Sementara itu Ketua Rw 04 Ilman  mengatakan, sebelum ditemukan tewas terpanggang, Sutiah yang memiliki empat anak. Sempat menitipkan sebuah surat kepada anaknya yang bernama Udin.

Dimana, isi dalam surat tersebut berbunyi ‘Saya sudah tidak kuat lagi menahan penyakit Linu ini tak kunjung sembuh’.

“Ya jadi bu Sutiyah ini sempat menitipkan surat kepada anaknya dan setelah kejadian ini anaknya baru memberikan potongan surat tersebut,” katanya.

Pantauan dilapangan, petugas TNI-Polri dan BPBD Lebak tiba di lokasi sekitar pukul 08.30 WIB untuk melakukan evakuasi. (Kew)