Miris, Warga Belum Merdeka Dari Jalan Rusak Sampai Upacara Singgung Pemerintah
PANDEGLANG – Merasa belum merdeka dari jalan rusak, mahasiswa dan warga Cimoyan mengadakan upacara bendera di jalan berlumpur, selain menyinggung soal pemerintah daerah, warga juga peringati hari pahlawan.
Salah seorang mahasiswa, Entis Sumantri mengatakan, tujuan pemuda dan mahasiswa melakukan itu untuk mempertanyakan pahlawan rakyat, apakah dengan cara seperti itu bisa mengundang simpati pahlawan rakyat.
“Kami miris melihat jalan yang seperti tempat pemandian kerbau, sementara warga di sini juga punya hak untuk mendapatkan pembangunan infrastruktur, karena mereka juga bayar pajak. Dengan alasan apapun kami ingin jalan tersebut harus diperbaiki, ini penting untuk menunjang warga sekitar,” beber Entis.
Ada harapan besar dengan penghormatan bendera merah putih di jalan rusak, slaah satunya ingin dibangun jalan yang lebih layak untuk bisa dinikmati masyarakat.
“Kalau kita logikakan, jalan ini aspek fundamental sebetulnya dalam hal pembangunan daerah, bagaimana program pemerintah lain bisa dijalankan kalau jalannya seperti ini, saya yakin dengan adanya akses jalan yang baik, pertanian di sini akan meningkat, program-program lain akan berkembang dengan sendirinya,” katanya.
Dikonfirmasi terpisah, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pandeglang, Asep Rafiudin Arief mengapresiasi sikap nasionalisme warga tersebut, sebab dengan adanya kepedulian sosial akan membangun suprastruktur masyarakat.
“Nasionalisme harus terus tumbuh di setiap pelosok desa walaupun jauh dari pusat pemerintahan kota. Dan pemerataan pembangunan harus terus diupayakan agar kesenjangan antara desa dan kota bisa diminimalisir. Mudah mudahan di periode ke dua ibu Irna dan pak Tanto bisa menyelesaikan PR PR yang belum terselesaikan terutama dalam hal pembangunan infrastruktur,” jelasnya.
Asep menyampaikan, jalan tersebut sudah menjadi keharusan bagi pemerintah desa dan DPRD Dapil V, sehingga aspirasi tersebut bisa langsung disampaikan kepada pemeirntah daerah.
“Saya kira pemerintah daerah sudah mengetahui poros – poros jalan yang menjadi prioritas untuk dibangun. Mudah mudahan jalan tersebut yang berada di Cimoyan bisa segera direalisasikan untuk dibangun,” katanya.
Menurutnya, dengan adanya aksi sosial dalam bentuk upacara di jalan rusak tersebut, khususnya di jalan rusak yang ada di Cimoyan, sudah masuk dalam jaring aspirasi, namun untuk evaluasinya perlu dikawal.
“Itu sudah menjadi tugas anggota DPRD untuk menampung aspirasi masyarakat salah satunya melalui kegiatan reses. Dan saya kira usulan jalan tersebut sudah masuk melalui jaring aspirasi yang dilakukan dewan Dapil V tersebut. Tinggal selanjutnya didorong agar bisa segera direalisasikan. Untuk lebih tepatnya bisa juga menanyakan kepada anggota dewan Dapil tersebut terkait usulan pembangunan jalan di daerah Cimoyan,” katanya. (De/red)



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.