HARIANBANTEN.CO.ID – Warga Perumahan Bukit Cilegon Asri, Kelurahan Bagendung, Kecamatan Cilegon, mengeluhkan kualitas pembangunan balai warga yang dinilai asal-asalan. Proyek yang diperkirakan mulai dikerjakan pada November 2024 itu kini, pada Februari 2025, sudah mengalami kerusakan.

Fasilitas yang seharusnya menjadi pusat kegiatan masyarakat ini justru menimbulkan pertanyaan lantaran beberapa bagian bangunan terlihat kurang rapi dan tidak kokoh.

Berdasarkan video yang beredar, terlihat pelafon berbahan PVC di bangunan tersebut sudah jatuh, meski usianya baru beberapa bulan. Selain itu, beberapa bagian bangunan tampak kurang rapi dan terkesan tidak dikerjakan dengan perencanaan yang matang.

“Kami menyambut baik adanya balai warga yang dibangun oleh Pokmas, tetapi kalau hasilnya seperti ini, kami khawatir cepat rusak atau bahkan membahayakan saat digunakan,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya, Rabu (5/2/2025).

Warga meminta pihak terkait untuk turun langsung mengaudit pembangunan yang dilakukan oleh Kelompok Masyarakat (Pokmas) ini. Mereka juga menuntut transparansi terkait anggaran serta kualitas material yang digunakan dalam proyek tersebut.

“Kami ingin ada audit dan evaluasi dari pihak berwenang. Jangan sampai anggaran yang seharusnya digunakan dengan baik malah menghasilkan bangunan yang cepat rusak,” kata warga lainnya.

Ketua Pokmas Bagendung, saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, mengaku akan segera memperbaiki kerusakan yang terjadi.

“Iya, Kang, terima kasih infonya. Nanti dibenahi,” tulisnya.

Saat ditanya terkait kinerja pemborong, ia menyayangkan adanya kejadian ini dan berjanji akan melakukan pengecekan lebih lanjut.

“Kurang mantap kerjaannya, ya. Nanti saya cek, saya tanggung jawab kang, siap dibeneri seperti semula, salam sama warga besok diperbaiki yang rusaknya . Haturnuhun infonya,” pungkasnya. (Red)