Hati – Hati…!!! Terminal Bus Merak Rawan Preman
CILEGON – Dihimbau kepada seluruh warga masyarakat yang rutin melakukan perjalanan melalui Terminal Bis Merak (TTM), agar harus ekstra hati-jati.
Selain rawan dari aksi pelaku preman, terminal Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) yang dikelola oleh kementerian Perhubungan (Menhub), Republik Indonesia, sangat kumuh.
Adapun kebrutalan dari aksi preman di terminal Tipe A, sangat dikecam oleh wartawan yang bertugas di wilayah Banten, dan melakukan aksi unjuk rasa di lokasi terminal bus merak.
Dalam aksi itu, wartawan mendapat dukungan dari sejumlah ormas yang juga ikut turun kejalan melakukan aksi demo dan orasi, terdiri dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), Laskar Merah Putih (LMP), TTKDH, IPSI, Brigade Al – Khairiyah, serta Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia perwakilan Merak dan masyarakat Pulomerak.
Untuk diketahui, aksi turun kejalan wartawan pada Jumat pagi (21/12/2018), akibat telah terjadi pemukulan dan pengeroyokan yang dilakukan sejumlah preman berkedok calo di terminal bis Merak.
Korban pemukulan oleh beberapa preman, yakni Mazmur Tua Marbun wartawan Rajawali Televisi dan Yandhi Deslatama dari Liputanenam.com.
Tidak terima dengan pemukulan itu, kedua korban kemudian mendatangi Polsek Merak, dan membuat laporan polisi.
Aksi demo yang diperkirakan mencapai 300 orang ini, Rijal Baihaqi selaku kordinator (korlap) mengatakan, segala bentuk kekerasan, penindasan, dan penjajahan, merupakan sebuah bentuk kejahatan yang sangat bertentangan dengan tujuan negara, harus dilawan.
“Premanisme merupakan sebuah tindakan kejahatan dengan bentuk kekerasan yang menghilangkan kemerdekaan hidup dan merampas hak seorang warga negara. Kekerasan yang dilakukan oleh preman di TTM, harus dilawan dan akan kami bumi hanguskan dari tanah air kita tercinta,” ungkapnya.
Dalam kesempatan itu, Ketua Brigade Al – Khairiyah Kota Cilegon Anwar Musadad, meminta kepada pengelola terminal dan kepolisian untuk menjaga keamanan dan ketertiban, agar kejadian serupa yang dialami dua wartawan, tidak akan pernah lagi terjadi terhadap semua warga masyarakat .
Pada umumnya, orasi yang disampaikan seluruh perwakilah yang turun dalam aksi solidaritas tersebut, mengatakan seluruh elemen masyarakat siap melawan premanisme, dan meminta kepada seluruh pihak agar mampu melaksanakan tugas sebaik-baiknya, demi untuk keamanan dan ketertiban sebagaimana dituangkan dalam UUD Tahun 1945, dan telah ditetapkan sebagai tujuan Negara.
“Peran serta masyarakat juga dalam menangkal tindakan premanisme sangatlah penting, maka dari itu kepada siapa saja yang mendapatkan atau menerima perlakuan kasar dari orang lain yang bertindak diluar kewajaran, agar tidak segan melapor kepada petugas yang ada dan terdekat di lokasi,”tegas salah satu perwakilan dari LMP Kota Cilegon.
Dan kami seluruh elemen masyarakat yang tergabung dalam aksi solidaritas #LawanPremanisme siap mengawal jika hal serupa terjadi di Bumi Pertiwi.
Untuk itu mari kita sama-sama rapatkan barisan untuk melawan segalan bentuk aksi kejahatan yang dilakukan oleh sekelompok masyarakat yang tidak bertanggungjawab dan tidak mencerminkan sebuah perilaku sebagai seorang warga negara yang baik.
“Kami berikan waktu satu minggu kepada Kepala Terminal Bis di Merak, untuk membersihkan TTM dari segala bentuk aksi kejahatan. Jika masih ditemukan keberadaan para preman di terminal yang pengawasan dan pengelolaan sebelumnya dilakukan oleh Dishub Cilegon, maka solidaritas wartawan se Banten, kembali akan melakukan aksi demo besar-besaran, dengan jumlah sekitar 1000 orang, “tegas Jeo, salah satu peserta aksi. (Red)



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.