HARIANBANTEN.CO.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon terus berinovasi dalam menata wajah kota dengan memanfaatkan dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari industri di sekitar wilayahnya. Langkah ini menjadi solusi di tengah keterbatasan anggaran daerah dan pengurangan dana transfer dari pemerintah pusat.

Upaya penataan kota tersebut diawali dengan mempercantik trotoar di kawasan Simpang Tiga Tugu Cilegon, yang kini disulap mirip seperti kawasan pedestrian di Yogyakarta.

Plt. Asisten Daerah II Kota Cilegon, Ahmad Aziz Setia Ade Putra, mengatakan kerja sama dengan industri melalui program CSR menjadi langkah strategis agar pembangunan kota tetap berjalan tanpa terlalu bergantung pada APBD.

“Kita harus bisa memanfaatkan dana CSR dari perusahaan agar mereka berkontribusi dalam pembangunan di Kota Cilegon. Beberapa di antaranya sudah ikut serta membiayai proyek-proyek kota melalui CSR,” ujar Aziz, Senin (13/10/2025).

Salah satu contoh nyata kontribusi CSR adalah pembangunan Halte Mandiri di kawasan Simpang Tiga Cilegon yang didanai oleh Bank Mandiri.

Selain itu, Pemkot Cilegon juga berencana membangun taman di kawasan Bonakarta pada 2026 mendatang. Proyek ini akan dilaksanakan melalui dukungan CSR dari Asosiasi Industri Olefin, Aromatik, dan Plastik Indonesia (INAPLAS).

“Rencananya tahun 2026, INAPLAS akan membantu pembangunan taman di Bonakarta. Itu juga dari CSR,” kata Aziz.

Tidak hanya untuk penataan kota, dana CSR juga disalurkan untuk mendukung sektor pendidikan. Beberapa perusahaan telah memberikan bantuan berupa mebel untuk ruang kelas PAUD, SD, dan SMP di wilayah Cilegon.

Aziz menambahkan, pada 2026 mendatang Pemkot akan semakin mengoptimalkan sinergi dengan Forum CSR untuk menentukan kegiatan atau program prioritas yang bisa dibiayai melalui CSR.

“Mungkin di 2026 makin banyak. Pak Wali juga akan mensinergikan dengan Forum CSR, kira-kira kegiatan apa saja yang bisa dibiayai oleh CSR,” pungkasnya. (red)