HARIANBANTEN.CO.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon mencatat adanya Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA) sekitar Rp80 miliar. Temuan itu terungkap dalam rapat evaluasi pelaksanaan program Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Tahun Anggaran 2025.

Rapat evaluasi tersebut digelar di Aula Setda Pemkot Cilegon, Senin (5/12/2026), sebagai bahan persiapan perencanaan anggaran tahun berikutnya agar lebih efektif dan akurat.

Rapat dihadiri Wali Kota Cilegon Robinsar, Wakil Wali Kota Cilegon Fajar Hadi Prabowo, Plt Sekda Kota Cilegon Ahmad Aziz Setia Ade Putra, serta seluruh kepala OPD di lingkungan Pemkot Cilegon.

Plt Sekda Kota Cilegon Ahmad Aziz Setia Ade Putra menjelaskan, SILPA Rp80 miliar terjadi karena dua faktor utama, yakni pendapatan daerah yang melampaui target serta efisiensi belanja.

“Pendapatan Asli Daerah (PAD) Cilegon secara keseluruhan melebihi target, bahkan di atas 100 persen. Selain itu, belanja-belanja yang tidak terlalu penting kami efisiensikan, sehingga menghasilkan SILPA yang cukup,” kata Aziz usai rapat.

Aziz menyebutkan, evaluasi dilakukan untuk melihat kinerja OPD sepanjang tahun 2025. Sejumlah program yang dinilai belum optimal menjadi sorotan agar dapat diperbaiki ke depan.

“Terutama dari sisi ketepatan waktu, perencanaan, dan administrasi. Kami ingin mendorong agar susunan perencanaan anggaran setiap OPD benar-benar tepat sasaran,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Cilegon Fajar Hadi Prabowo menegaskan pentingnya pembenahan sistem perencanaan anggaran agar tidak lagi berbasis asumsi.

“Ke depan, potensi pendapatan harus dihitung dengan kertas kerja yang jelas. Jangan berasumsi. Semua harus realistis dan sesuai dengan kondisi lapangan,” tegas Fajar.

Ia juga menyoroti pentingnya penyesuaian harga satuan belanja agar sesuai dengan harga pasar. Menurutnya, hal tersebut diperlukan untuk mencegah pemborosan anggaran.

“Kalau di pasaran harganya segitu, jangan sampai dianggarkan jauh lebih tinggi. Kami ingin anggaran benar-benar efektif dan fokus pada kebutuhan, bukan keinginan,” pungkasnya. (red)