Robinsar Minta OPD Cilegon Tuntaskan Perencanaan Program 2027 Tahun Ini
HARIANBANTEN.CO.ID – Robinsar meminta seluruh kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Cilegon menyiapkan secara matang seluruh program prioritas pembangunan tahun depan, terutama dalam aspek perencanaan dan penyusunan dokumen teknis.
Hal itu disampaikan Robinsar saat memimpin Rapat Dinas Pemerintah Kota Cilegon di Aula Setda II Cilegon, Kamis (7/5/2026).
Robinsar menegaskan, seluruh OPD tidak lagi menunda penyelesaian dokumen perencanaan agar pelaksanaan program bisa langsung berjalan di awal tahun anggaran.
“Saya minta apa yang menjadi prioritas pembangunan yang tahun depan akan kita bangun, tahun ini perencanaannya harus sudah selesai mulai dari perhitungan dan juga perencanaannya harus tuntas di tahun ini,” kata Robinsar.
Menurutnya, keterlambatan penyusunan perencanaan sering menjadi penyebab tersendatnya pembangunan di lapangan. Akibatnya, program menjadi tidak efektif dan harus mengalami penyesuaian berulang.
“Jangan sampai kita rencana bangun tahun depan, tapi awal tahun masih mengurus perencanaan. Itu bisa membuat program kita tidak efektif nantinya. Misalnya Dishub kalau tahun depan mau bangun 380 tiang di jalan nasional, maka tahun ini semua perencanaannya harus selesai. Jadi tahun depan tinggal eksekusi saja,” ujarnya.
Selain membahas percepatan pembangunan, rapat tersebut juga mengevaluasi realisasi belanja dan pendapatan daerah pada Triwulan I Tahun Anggaran 2026.
Robinsar mengatakan evaluasi dilakukan untuk mengetahui berbagai kendala yang dihadapi OPD dalam proses penyerapan anggaran dan pelaksanaan program.
“Kita juga lakukan evaluasi perihal belanja dan pendapatan, kita update terus apa yang menjadi kesulitan dan kendala supaya bisa dibantu tindak lanjutnya agar serapan dan pendapatan bisa maksimal,” katanya.
Terkait rendahnya persentase penyerapan anggaran di sejumlah OPD, Robinsar meminta semua pihak melihat data secara proporsional. Sebab, OPD dengan anggaran besar memiliki karakteristik penyerapan berbeda dibanding OPD dengan anggaran kecil.
“Kalau bicara persentase, harus dilihat juga nilai anggarannya. Karena anggarannya besar, ketika serapannya sedikit secara persentase terlihat rendah, padahal nilai anggarannyalah yang cukup besar,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Cilegon, Heni Anita Susila melaporkan anggaran Dindikbud tahun 2026 sebesar Rp491,6 miliar atau turun dibanding tahun sebelumnya yang mencapai Rp526,5 miliar.
“Untuk realisasi atau penyerapan anggaran tahun 2025 kemarin, alhamdulillah Dindik mencapai realisasi 97,64 persen dengan nilai Rp514 miliar lebih,” ujarnya.
Heni menyebut, saat ini pihaknya tengah mempersiapkan proses lelang pembangunan ruang kelas baru di empat sekolah, yakni SD Gerem 1, SD Bujang Gadung, SMP Negeri 12, dan SMP Negeri 14.
Selain itu, Dindikbud juga menyiapkan program revitalisasi sekolah, pengadaan mebel, laptop dan komputer, hingga kegiatan kebudayaan seperti Golok Day yang masuk dalam kalender Kharisma Event Nusantara. (Red)



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.