HARIANBANTEN.CO.ID – Balai Pelatihan Sumber Daya Manusia Komunikasi dan Digital (BLSDM Komdigi) Bandung bekerja sama dengan Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian (Diskominfo SP) Kota Cilegon menggelar Pelatihan Aparatur Digital bertema Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) di Pemerintahan.

Pelatihan yang diikuti puluhan aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Cilegon itu berlangsung secara daring melalui Zoom Meeting selama empat hari, mulai 2 hingga 5 Juni 2026.

Plt Kepala BLSDM Komdigi Bandung, Nur Azizah, mengatakan perkembangan teknologi digital, khususnya AI, berjalan sangat cepat dan telah menjadi bagian penting dalam berbagai sektor, termasuk pemerintahan.

“Kalau kita tidak menggunakan AI, kita akan tertinggal dan menjadi tidak relevan. Bahkan ada ungkapan bahwa manusia yang tidak menggunakan AI akan tergantikan oleh manusia yang menggunakan AI,” ujar Nur Azizah saat membuka pelatihan, Selasa (2/6/2026).

Menurutnya, penguasaan teknologi AI menjadi kebutuhan bagi aparatur pemerintah untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas pelayanan publik. Karena itu, pelatihan ini diharapkan mampu mempercepat peningkatan kompetensi digital ASN.

Selama pelatihan, peserta mendapatkan materi mulai dari pengenalan AI, etika penggunaan AI, pemanfaatan AI Chatbot, hingga penerapan teknologi kecerdasan buatan untuk mendukung pekerjaan sehari-hari di lingkungan pemerintahan.

Sementara itu, Kepala Diskominfo SP Kota Cilegon, Agus Zulkarnain, menilai AI memiliki potensi besar dalam mendukung transformasi birokrasi modern.

“AI dapat dimanfaatkan untuk analisis data, penyusunan dokumen, pengelolaan informasi hingga mendukung pengambilan keputusan yang lebih efektif dan berbasis data,” kata Agus.

Ia menegaskan pelatihan tersebut merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kota Cilegon dalam meningkatkan kapasitas digital ASN agar mampu menjawab tantangan birokrasi yang semakin dinamis.

Agus berharap para peserta dapat mengikuti seluruh rangkaian pelatihan dengan serius dan mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di unit kerja masing-masing.

“ASN yang mampu memanfaatkan teknologi digital dan AI secara efektif akan menjadi penggerak utama terwujudnya pemerintahan yang lebih responsif, efisien, transparan dan inovatif,” ujarnya.

Salah satu peserta pelatihan, Abdurrahman Dafá Alsyauqi, menyambut positif kegiatan tersebut. Menurutnya, pemanfaatan AI sangat relevan untuk membantu ASN meningkatkan produktivitas kerja sekaligus mengikuti perkembangan teknologi.

Meski demikian, ia mengingatkan pentingnya penggunaan AI secara bijak agar tidak menimbulkan ketergantungan dan tetap memperhatikan aspek keamanan data.

“Tantangan terbesarnya adalah bagaimana ASN memanfaatkan AI untuk membantu pekerjaan tanpa bergantung sepenuhnya. Selain itu, penggunaan AI harus tetap memperhatikan keamanan informasi dan data kedinasan,” katanya.

Melalui pelatihan ini, Pemerintah Kota Cilegon berharap lahir aparatur digital yang kompeten, kreatif, dan siap menjadi agen perubahan dalam mendukung pembangunan daerah yang maju dan berkelanjutan. (Red)