HARIANBANTRN.CO.ID  — Pekan Paralimpik Pelajar Daerah (PEPARPEDA) IX Provinsi Banten Tahun 2026 resmi dibuka oleh Gubernur Banten, Andra Soni, di GOR ASA Sport Center, Kota Cilegon, Rabu (24/6/2026). Ajang olahraga pelajar disabilitas terbesar di Banten ini diikuti 180 atlet dan 80 ofisial dari delapan kabupaten/kota.

Pembukaan ditandai dengan seremoni yang dihadiri Wali Kota Cilegon, Robinsar, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Banten Ahmad Syaukani, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta para pemangku kepentingan olahraga disabilitas.

Dalam sambutannya, Andra Soni menegaskan bahwa PEPARPEDA tidak hanya menjadi ajang kompetisi olahraga, tetapi juga momentum memperkuat komitmen pembangunan yang inklusif dan berkeadilan.

“Pekan Paralimpik Pelajar Daerah menjadi momentum untuk menegaskan komitmen kita dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif, berkeadilan, dan memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh putra-putri bangsa untuk berprestasi,” kata Andra.

Ia mengapresiasi seluruh atlet yang berpartisipasi dalam ajang tersebut. Menurutnya, para atlet pelajar disabilitas merupakan generasi inspiratif yang menunjukkan semangat juang, disiplin, dan ketangguhan dalam menghadapi berbagai tantangan.

“Saya ingin menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh atlet paralimpik pelajar yang mengikuti pertandingan. Kalian adalah generasi hebat, berani, dan inspiratif,” ujarnya.

Andra menilai penyelenggaraan PEPARPEDA IX juga menjadi indikator keberhasilan pembinaan olahraga disabilitas di Provinsi Banten. Karena itu, Pemerintah Provinsi Banten berkomitmen untuk terus memperkuat kebijakan pembangunan olahraga yang memberikan ruang setara bagi seluruh atlet, termasuk atlet disabilitas.

Menurut dia, investasi dalam pembinaan atlet paralimpik tidak hanya menghasilkan prestasi olahraga, tetapi juga membentuk sumber daya manusia yang unggul, mandiri, dan berdaya saing.

Sementara itu, Wali Kota Cilegon Robinsar menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Banten atas kepercayaan yang diberikan kepada Kota Cilegon sebagai tuan rumah penyelenggaraan PEPARPEDA IX Tahun 2026.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Banten yang telah menunjuk Kota Cilegon sebagai tuan rumah. Dukungan dan kolaborasi yang baik menjadi kunci terselenggaranya kegiatan ini,” ujar Robinsar.

Ia menegaskan, PEPARPEDA memiliki makna lebih dari sekadar perolehan medali. Ajang ini menjadi sarana membangun karakter, meningkatkan rasa percaya diri, sekaligus membuktikan bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk meraih prestasi.

“Kemauan dan kegigihan adalah kunci keberhasilan. Kami berharap seluruh atlet dapat menampilkan kemampuan terbaiknya dan menjadikan ajang ini sebagai kebanggaan bagi diri sendiri, keluarga, maupun daerah yang diwakili,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Banten Ahmad Syaukani menjelaskan bahwa PEPARPEDA merupakan puncak pembinaan olahraga pelajar disabilitas yang digelar setiap dua tahun sekali. Selain menjadi wadah pengembangan minat dan bakat, ajang ini juga berfungsi sebagai seleksi atlet menuju tingkat nasional.

PEPARPEDA IX Banten 2026 berlangsung pada 24 hingga 27 Juni 2026 dengan mempertandingkan empat cabang olahraga, yakni para atletik, para bulu tangkis, para tenis meja, dan para renang.

Sebanyak 362 medali diperebutkan, terdiri atas 117 medali emas, 117 medali perak, dan 128 medali perunggu. Pertandingan digelar di sejumlah venue di Kota Cilegon, di antaranya Stadion Geger Cilegon untuk cabang para atletik dan tenis meja, serta GOR ASA Sport Center untuk cabang para bulu tangkis dan para renang.

Melalui ajang ini, Pemerintah Provinsi Banten bersama pemerintah kabupaten/kota berharap dapat memperkuat ekosistem olahraga disabilitas yang inklusif sekaligus melahirkan atlet-atlet berprestasi yang mampu membawa nama Banten bersaing di tingkat nasional hingga internasional.

Dengan mengusung semangat sportivitas, persaudaraan, dan kesetaraan, PEPARPEDA IX Banten 2026 diharapkan menjadi momentum lahirnya generasi atlet disabilitas yang tangguh, berprestasi, dan membanggakan daerah. (Red)