LEBAK – Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya bersama Wakil Bupati Lebak Ade Sumardi menghadiri sekaligus membuka Musyawarah Daerah (Musda) V Forum Silaturahmi Pondok Pesantren (FSPP) Kabupaten Lebak Masa Khidmat 2019 – 2024 di Latansa Mashiro Hall, Rangkasbitung, Lebak, Banten, Selasa (5/2/2019).

Turut hadir Presidium FSPP Provinis Banten Ikhwan Nahdiyin , Ketua Dekranasda Lebak M. Farid Dermawan, Bupati Lebak Periode 2003-2013 Mulyadi Jayabaya dan FSPP seluruh kecamatan di Kabupaten Lebak.

Dalam kesempatan itu Bupati Lebak menjelaskan bahwa di Indonesia, pondok pesantren merupakan sebuah lembaga pendidikan, yang lahir jauh sebelum Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) berdiri.

“Peran pondok pesantren, dalam mengawal pergerakan kemerdekaan, hingga berdirinya NKRI sudah tidak diragukan lagi, termasuk peran mendidik anak- anak bangsa, dalam menimba ilmu keislaman dan semangat kebangsaan pondok pesantren merupakan warisan para ulama terdahulu, yang memiliki kultur, karakter dan kearifan lokal kehidupan keagamaan di masyarakat,”ungkap iti.

Menurutnya, yang seringkali dipengaruhi oleh pencerahan, yang dilakukan oleh pondok pesantren yang berdiri disekitarnya.

“Masyarakat dapat merasakan pendampingan kiai, dalam berbagai permasalahan yang dialami oleh masyarakat, baik masalah waris, wakaf, zakat maupun edukasi di bidang ekonomi, politik, dan budaya”.

Iti juga menjelaskan bahwa bagi santri, pola pendidikan yang diterima di pondok pesantren, dapat membentuk karakter berupa akhlak yang terpuji, merupakan implikasi positif, karena santri tinggal di pondokan/kobong/asrama, dengan menerima berbagai kesederhanaan, persaudaraan, kemandirian toleransi, keragaman, moderat, keseimbangan rendah hati, keteladanan, dan integritas.

“Dengan figur seorang kiai yang menjadi contoh dan panutan untuk para santri dalam berpikir dan bersikap nilai seperti keikhlasan,”pungkasnya. (Hb/Red)