CILEGON – PT Krakatau Industrial Estate Cilegon (PT KIEC) menyelenggarakan Seminar Siaga Bencana dengan Tema “Edukasi dan Peran Industri dalam Mengurai Risiko Bencana Menuju Cilegon Tanggap” di Convention Hall The Royale Krakatau Hotel, mulai dari jam 09.00 wib s/d 12.00 wib.

Acara dihadiri oleh Direktur Utama PT KIEC, Priyo Budianto, Direktur Pengembangan Usaha PT KIEC, Akmaludin, Direktur SDM & Keuangan PT KIEC, Dazul Herman, Danlanal Banten yang dalam kesempatan ini diwakili oleh Lettu Imam S, Dandim 0623 Kota Cilegon yang diwakili oleh Kapten / Pesi Ops Ardi dan Bpk. Dwi A, Kapolres Kota Cilegon yang diwakili oleh IPTU Pol Paryanto dan Bpk. Manurung, BKMG Banten, Basarnas Banten, BPBD Banten dan Kota Cilegon, Bappeda dan Disbupar Kota Cilegon, Satpol PP Kota Cilegon, DLH Kota Cilegon para Camat dan Lurah sekitar perusahaan, perwakilan 103 tenant yang terdapat di dalam area Krakatau Industri Krakatau I & II.

Acara diawali dengan sambutan Direktur Utama PT KIEC, Priyo Budianto kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi-materi tentang Siaga Kebencanaan dan
terakhir ditutup dengan sesi tanya jawab.

Narasumber Seminar ini berasal dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) yaitu Dr.Daryono S.Si, M.Si selaku Kepala Bidang Informasi Gempa Bumi dan Peringatan Dini Tsunami BMKG dengan tema “Bahaya & Resiko Gempa Dan Tsunami Selat Sunda” dan Suci Dewi Anugrah M.Si selaku Kepala Sub Bidang Mitigasi Gempa Bumi BMKG dengan tema “Kesiapsiagaan Menghadapi Gempa & Tsunami Selat Sunda” kemudian moderator acara tersebut adalah Ferry Ferdian selaku Plant Manager PT Rohm and Haas Indonesia.

Direktur Utama PT KIEC, Priyo Budianto mengatakan dengan seminar ini diharapkan seluruh pekerja dan masyarakat disekitar Kawasan Industri Krakatau dapat mengerti tentang bahaya dan memahami cara menanggulangi serta siap siaga menghadapi bencana.

“Pada saat bencana sunami kemarin yang telah terjadi memang itu kegelisahan temen temen yang ada di kawasan industri di cilegon ini banyank ratusan industri maka dari itu kami memerlukan satu pemahaman apa itu bencana? dan kalau kapan itu terjadi dan apa yang perlu kita lakukan dan persiapkan ketika itu terjadi resiko itu yang bisa di minimalisir. Maka dari itu kita mengadakan seminar ini, tujuanya memberikan pemahaman,” ungkap kepada awak media. Selasa (27/8/2019).

Menurutnya, kegelisahan industri yang ada di Cilegon hususnya yang berada di pinggir laut yang berada di anyer itu kebanyakan yang memproduksi kimia semua.

“Itu yang harus perlu di antisipasi, kita berinisiatif sebagai pengelola untuk mengundang BMKG pusat untuk memberikan pemahaman itu semua dan esiko yang paling di hawatirkan itu terjadinya sunami,” katanya.

Ditempat yang sama Kepala Bidang Informasi Gempa Bumi dan Peringatan Dini Tsunami (BMKG) Dr.Daryono mengatakan kegiatan yang di lakukan PT KIEC sangat bagus masyarakat industri sudah memiliki inisiatif untuk melaksanakan kegiatan Sosialisasi seperti ini, patut di apresiasi dan diberikan penghargaan karna memang kawasan selat sunda ini tetap harus dilakukan mitigasi terus menerus.

“Karna sejarahnya selat sunda ini sudah terjadi sunami beberapa kali. Sebenarnya ancaman itu bisa kita minimalisir dan resiko itu bisa di tekan, selama kita memiliki pemahaman ilmu mitigasi dengan baik dengan acara seperti ini maka kita akan melangkah maju menjadikan masyarakat kita paham untuk mengurangi resiko bencana,” katanya. (As/Red)