HARIANBANTEN.CO.ID – Empat pekerja proyek pembangunan RS Eka Hospital di Cilegon mengaku belum menerima gaji meski sudah bekerja selama dua minggu. Mirisnya, uang mereka disebut dibawa kabur mandor.

Informasi ini dibagikan salah satu warga Cilegon, Siti Marufah, yang menampung sementara keempat pekerja tersebut di rumahnya. Ia menyebut para pekerja seharusnya menerima gaji pada akhir pekan lalu.

“Minggu lalu ada 4 pekerja proyek Eka Hospital tinggal di rumah saya. Seharusnya hari Sabtu/Minggu mereka gajian, tapi ternyata uangnya dibawa kabur sama mandor/perusahaan,” kata Siti saat dikonfirmasi, Kamis (2/10/2025) malam.

Menurut Siti, kondisi para pekerja sangat memprihatinkan. Salah satu dari mereka bahkan memiliki istri yang tengah hamil 2 bulan.

“Mereka baru kerja 2 minggu, setiap malam lembur sampai jam 10 malam, bayarnya 120 ribu per hari, kalau lembur 190 ribu,” jelasnya.

Ia menambahkan, keempat pekerja itu kini hidup serba kekurangan. Untuk makan, mereka terpaksa berutang ke warung, sementara untuk tempat tinggal mereka menumpang.

“Pulang-pergi jalan kaki ke rumah, berangkat jam 06.30 pagi sampai rumah jam 11 malam,” pungkasnya.

Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari pihak perusahaan maupun kontraktor terkait kabar uang gaji pekerja yang raib dibawa mandor tersebut.

Profil Singkat Eka Hospital

Sebagai informasi, Eka Hospital merupakan jaringan rumah sakit yang mulai beroperasi pada 2008. Rumah sakit ini dikenal mengedepankan mutu dan keselamatan dengan dukungan teknologi serta tim medis profesional.

Saat ini Eka Hospital memiliki enam unit layanan, yakni Eka Hospital BSD (Tangerang Selatan), Eka Hospital Pekanbaru, Eka Hospital Cibubur, Eka Hospital Bekasi, RSIA Grand Family (Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara), dan RSIA Family (Pluit, Jakarta Utara). (red)