HARIANBANTEN.CO.ID – Wali Kota Cilegon Robinsar dan Wakil Wali Kota Fajar Hadi Prabowo mulai merealisasikan janji kampanyenya usai dilantik pada 20 Februari 2025. Salah satunya lewat program Beasiswa Cilegon Juare, yang digadang-gadang sebagai terobosan untuk meningkatkan kualitas SDM sekaligus menyelaraskan kebutuhan industri dengan pendidikan.

“Beasiswa Cilegon Juare bukan sekadar bantuan finansial, melainkan program terintegrasi untuk menjembatani dunia pendidikan dengan kebutuhan industri, bahkan memfasilitasi penerimanya hingga ke dunia kerja,” kata Wali Kota Cilegon Robinsar, Senin (15/9/2025).

Menurutnya, program ini hadir sebagai kesempatan emas bagi putra-putri Cilegon, baik yang berprestasi maupun yang berasal dari keluarga kurang mampu. “Ini bagian dari visi besar mewujudkan Cilegon yang lebih maju, sejahtera, dan berkelanjutan,” tambahnya.

Dasar Hukum Kuat dan Dukungan Industri

Kabag Kesra Pemkot Cilegon, Rahmatullah, menjelaskan program ini memiliki landasan hukum yang jelas, yakni Peraturan Wali Kota Cilegon Nomor 20 Tahun 2025 yang diumumkan melalui surat 1466/2025.

“Program ini dirancang untuk mengatasi isu strategis daerah seperti pengangguran dan kemiskinan dengan cara yang paling fundamental, yaitu melalui pendidikan,” ujar Rahmatullah.

Dia menyebut Pemkot Cilegon menjalin kolaborasi dengan puluhan perguruan tinggi ternama, baik di dalam maupun luar negeri, serta dunia usaha dan industri. Tujuannya agar lulusan program ini tak hanya bergelar sarjana, tapi juga memiliki kompetensi sesuai kebutuhan pasar kerja.

511 Mahasiswa Lolos Seleksi

Sejak dibuka, sebanyak 1.157 pendaftar mengajukan beasiswa. Dari jumlah itu, 511 orang dinyatakan lolos seleksi. Rinciannya, 307 mahasiswa (60,08%) kategori beasiswa prestasi dan 204 mahasiswa (39,92%) kategori tidak mampu.

Para penerima beasiswa tersebar di 22 kampus mitra, terdiri dari 10 perguruan tinggi ternama, 4 perguruan tinggi kementerian/lembaga, 2 perguruan tinggi negeri lokal, dan 6 perguruan tinggi swasta di Cilegon.

“Perguruan tinggi itu di antaranya Universitas Indonesia (8 orang), ITB (8), Universitas Gadjah Mada (5), Universitas Brawijaya (6), Undip (24), Universitas Airlangga (3), Unpad (6), IPB (15), ITS (5), UPI (37), Untirta (161), UIN SMH Banten (35), Politeknik Krakatau (32), Universitas Al Khairiyah (77), hingga Politeknik Kesehatan Kemenkes Banten (22),” jelas Rahmatullah.

Menurutnya, langkah ini dirancang khusus untuk mengurangi risiko pengangguran di Kota Baja.

“Program ini memastikan adanya link and match antara lulusan dengan potensi besar industri serta pelabuhan yang ada di Cilegon,” pungkasnya. ***