SERANG – Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah mengungkap bahwa sampai saat ini Pemerintah Kabupaten Serang belum bisa menganggarkan pembangunan gedung shelter. Dengan dahil minimnya anggaran. Padahal, di Kabupaten Serang pada Desember 2018 lalu terjadi Tsunami Selat Sunda yang menelan banyak korban.

“Saya belum tahu. Karena anggarannya tarik-tarikan. Karena di pendidikan butuh, kesehatan butuh, kemudian yang lainnya juga butuh,” ungkap Tatu kepada wartawan seusai menghadiri Milad ke-68, Kebudayaan Seni Tari Tjimande Tari Kolot Kebon Djeruk Hilir (Kesti TTKKDH) Provinsi Banten, Rabu (28/11/2019) malam.

Namun, pihaknya nanti akan menganggarkan pembangunan gedung shelter, dalam rencananya pembangunan gedung tersebut akan dibangun di daerah Cinangka.

“Kan tsunami tahun lalu. Tapi kami akan menganggarkan itu untuk pembangunan shelter di bukit yang ada di cinangka,” katanya.

Menurutnya, jika pembangunan gedung shelter dibangun di daerah Anyer, dirinya menyatakan itu tidak mungkin dilakukan, karena daerah tersebut bukan dataran tinggi.

“Karena untuk anyer kita sangat sulit karena kondisinya rata semua. Nah untuk di cinangka akan merencanakan diatas bukit. Dan membuka jalur-jalur evakuasi untuk diperbanyak dan diatasnya ada shelter,” ucapnya. (HRS/Red)