PANDEGLANG – Organisasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Persiapan Banten Raya Cabang Pandeglang, memastikan kader yang telah dididik ya memiliki integritas, sebab dalam proses perkaderan yang dilakukan snagat komprehensif.

Bentuk perkaderan yang dilakukan, bukan hanya masalah pengetahuan tentang dunia kemahasiswaan dan wawasan kebangsaan saja, namun dalam pendidikan kader ditanamkan nilai-nilai dasar rasionalisme dan renaisans pemikiran keislaman yang kontekstual.

Ketua HMI Komisariat Persiapan Banten Raya, Gusti Wisnu Ramadan menuturkan, dalam kaderisasi yang dilakukannya kali ini tidak hanya memberikan pemahaman tentang tri dharma perguruan tinggi, namun dalam perkaderan yang dilakukannya tersebut lebih kepada mengedepankan kualitas pemikiran yang kritis dan memiliki integritas.

“Kader HMI itu bukan hanya menjadi kader organisasi, secara nilai mungkin sudah mengalami surplus kader yang mengisi data base, namun berbeda dalam perkaderan klai ini kita lebih mendidik betul-betul untuk menjadi kader umat dan kader bangsa, selain itu juga bisa menjadi Pioneer dalam masyarakat,” kata Wisnu saat menyampaikan sambutannya dalam penutupan Latihan Kader tingkat dasar di Vila Bambu Cadasari, Minggu (9/8/2020).

Menurutnya, pada kader yang tertanam memiliki pemikiran yang cerdas, akan membanggakan daerah, masyarakat dan kehidupan di kampusnya masing-masing, sebab produk kecanggihan berpikir kader HMI terletak pada integritas semangat keumatan dan semangat kebangsaan.

“Nalar kritis yang tertanam pada setiap kader HMI sudah barang tentu hasil pendidikan yang bukan abal-abal, karena kenapa, kita bukan hanya mencari kader yang banyak tapi jadi benalu, namun kami mau mencari kader yang siap dan loyal terhadap organisasi, kehidupan sosial budayanya di tengah masyarakat,” ucapnya.

Di lokasi yang sama, salah seorang Dosen Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIP) Banten Raya, Darla Efendi mengatakan, dirinya sangat terkesan dengan cetakan-cetakan organisasi HMI, karena sudah terbukti memiliki semangat juang dalam kebangsaan dan keumatan.

“Beberapa mahasiswa yang saya didik, banyak yang berlatar belakang organisasi HMI, dan itu mampu menjawab kebutuhan zaman, mulai dari ruang kelas bisa terbukti dan bisa dibedakan antara kader HMI dan mahasiswa lain yang tidak berorganisasi,” ucapnya.

Sementara itu, Formatur Ketua Umum HMI Pandeglang, Hadi Setiawan menuturkan, dirinya meyakini betul bahwa setelah mahasiswa mengikuti perkaderan di HMI, akan memiliki nalar kritis yang tidak normatif dan konservatif, tingkat rasionalitas yang mumpuni dan bisa dipertanggungjawabkan.

“Sudah banyak para alumninya yang menjadi orang besar, mulai dari Jusup Kala, Akbar Tandjung, Caknur, Lafran Pane selaku pendirinya pun sekarang sudah ditetapkan menjadi tokoh pahlawan nasional, dan insyaallah rekan-rekan yang mengikuti perkaderan LK I ini bisa menjadi penerus penerus orang besar ini,” ucapnya. (De/red)