ICMI Banten Gelar Bedah Buku
SERANG – Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) Orwil Banten menggelar bedah buku yang berjudul ‘Banten Dalam Ragam Perspektif’. Buku ini merupakan kumpulan tulisan yang dihimpun dari pengurus ICMI Banten dan terbit beberapa waktu yang lalu.
ketua ICMI Banten Lili Romli, mengatakan bahwa buku ini merupakan buku kumpulan tulisan pertama para cendekiawan Muslim yang tergabung dalam ICMI Banten periode 2018-2023. ICMI Orwil Banten patut berbangga dengan terbitnya buku ini karena kehadiran buki ini akan memperkaya khazanah tentang Kebantenan yang sangat kaya.
Bedah Buku ini dipandu oleh Moderator Dr. Eka Sari yang merupakan Akademisi Untirta. Dan diulas oleh beberapa akademisi yaitu Prof. Dr. Fatah Sulaiman, MT, Rektor Untirta, Dr. Maman Rumanta, M.Pd, Direktur Universitas Terbuka Cabang Serang, Bambang Q. Anees, Kaprodi Pasca Sarjana UIN Sunan Gunung Djati Bandung, dan Achmad Rozi El Eroy, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Primagraha
Dalam paparannya Fatah Sulaiman mengatakan bahwa buku ini terlepas dari kekurangan yang ada merupakan sumbangsih pemikiran pengurus ICMI Banten yang patut disyukuri dan dibanggakan. Hal ini disebabkan banyaknya perspektif tentang Banten yang terdapat dalam buku ini yang membicarakan topik sejarah, politik, pendidikan, hingga ekonomi dan kecendekiawanan.
Sementara Direktur UT Cabang Serang mengatakan bahwa kehadiran buku ini menjadi penting karena ICMI berarti telah menjalankan tugasnya sebagai intelektual organik yang peduli dan peka terhadap kondisi masyarakat Banten.
Bambang Q. Anees, akademisi kelahiran Pontang yang mengabdi di UIN Sunan Gunung Djati Bandung mengatakan Diskusi dan penerbitan buku ini menjadi penanda bahwa ICMI Banten memiliki kepedulian pada kejayaan Banten masa depan. Ini tentu titik awal yg membahagiakan, karena masa depan Banten bersama bangsawan pikiran
Lebih lanjut Bambang mengatakan, “Bangsawan pikiran adalah cendekiawan yg memiliki tanggungjawab memikirkan masalah2 kehidupan seraya merumuskannya dlm formula yg dapat dipahami masyarakat dan pemerintah. Karena itu keberadaan cendekiawan sangat penting bagi kebangkitan suatu masyarakat. Banten memiliki sejarah kejayaan yg didorong oleh bangsawan pikiran, karena itu utk bisa maju di masa depan hanya bisa dicapai melalui peran serta cendekiawan. Mudah2an buku ini jadi kado awal ICMI Banten untuk 20 tahun propinsi Banten.” ujarnya
Pemaparan terakhir diungkap oleh Rozi yang baru saja diangkat sebagai Dekan FEB Universitas Primagraha sekaligus editor buku ini. Dia mengungkapkan bahwa buku Bunga Rampai ICMI ini merupakan dokumen otentik yang memotret Banten dalam berbagai perspektif. Para penulis buku ini dengan cerdas mampu menuangkan gagasannya tentang permasalahan, kegelisahan, harapan dan cita-cita membangun Banten secara apik.
“Para pengurus ICMI Banten melalui buku ini telah memerankan fungsinya sebagai Intelektual organik yang harus menyebarkan pengetahuan dan kebenaran secara obyektif.” ujarnya.
Bedah buku ini menurut Nurdin Sibaweh, salah seorang peserta yang berasal dari Tangerang Selatan, sangat bermanfaat untuk memompa dan mengembangkan budaya akademis di Banten. Bedah buku ini menjadi momentum bagi akademisi di Banten untuk memberi kontribusi pemikiran bagi pembangunan di provinsi ini pungkasnya.
Sementara sekretaris ICMI Banten, Rohman mengatakan bahwa buku kumpulan tulisan penulis ICMI tahap kedua sedang dipersiapkan yang juga akan diselenggarakan bedah buku seperti acara hari ini. Semoga dapat selesai sebelum tutup tahun ungkapnya. (HRS/Red)



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.