Ini Penjelasan Pihak PT. KTI Soal Aksi Demo Warga Pesauran
HARIANBANTEN.CO.ID, CILEGON – Sejumlah pemuda asal Desa Pasauran kecamatan Cinangka Kabupaten Serang melakukan aksi demonstrasi di depan PT. Krakatau Tira Industri di lingkungan Krenceng, Citangkil Kota Cilegon.
Dalam aksi tersebut, masyarakat menuntut PT. Krakatau Tirta Industri memberikan kesempatan bagi warga Pasauran yang terdampak lingkungannya akibat kekurangan air bersih yang diserap PT. Krakatau Tirta Industri.
Koordinator Lapangan (Korlap) Aksi, Roni mengungkapkan, pada mula pendirian PT. Krakatau Tirta Industri yang memproduksi air bersih yang sumbernya dari desa Pasauran tersebut, telah berjanji akan menyerap tenaga kerja warga Pasauran 40 persen.
Bca Juga : Ingkar Janji Soal Penyerapan Tenaga Kerja, Warga Pesauran Demo PT. KTI
Sementara Sekper PT KTI Gumilar Sugandi menjelaskan penyampaian aspirasi oleh Pemuda Pasauran dilatarbelakangi tuntutan agar manajemen KTI segera melakukan penerimaan karyawan yang diambil dari sumber daya manusia yang terdapat di wilayah Desa Pasauran, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang, yang berdasarkan pendapat Pemuda Pasauran bagian dari komitmen KTI sewaktu menginisiasi pembangunan Bendung Cipasauran.
“Dalam hal perekrutan karyawan baru, KTI senantiasa melaksanakan sesuai kebutuhan perusahaan dan mekanismenya dilaksanakan sesuai kriteria dan persyaratan yang berlaku di KTI serta memperhatikan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” ungkap Gumilar.
Ia mengatakan, Pemberian kesempatan bekerja bagi masyarakat Desa Pasauran sebagaimana diklaim sebagai komitmen KTI saat menginisiasi pembangunan Bendung Cipasauran, hal tersebut sudah terealisasi jauh sebelumnya ini dengan terdapatnya perwakilan masyarakat Desa Pasauran yang bekerja di bidang operasional pengolahan air (operator) maupun tenaga keamanan.
“Bahwa telah disampaikan kepada perwakilan pengunjuk rasa untuk personil keamanan yang ditempatkan di Rumah Pompa Cipasauran adalah personil eksisting yang ditempatkan di Rumah Pompa Cipasauran dalam rangka rolling personil semata,” jelasnya.
Masih Kata Gumilar, Bahwa dirinya telah menyampaikan, kepada perwakilan pengunjuk rasa untuk setiap personil keamanan pada prinsipnya merupakan karyawan outsourcing. Dalam hal terdapat kebutuhan tenaga personil keamanan, KTI telah mempersyaratkan untuk dapat dipertimbangkan perekrutannya terhadap masyarakat setempat (lokasi penempatan).
“Bahwa sampai dengan saat ini KTI belum melakukan perekrutan karyawan baru.
Bahwa dalam hal KTI melakukan perekrutan karyawan baru di kemudian hari, pada prinsipnya seluruh proses terbuka untuk setiap orang Warga Negara Indonesia untuk dapat berpartisipasi mengikuti tahapan perekrutan. Keputusan atas penerimaan karyawan tersebut sepenuhnya didasarkan pada pemenuhan atas kriteria, persyaratan, dan hasil yang diperoleh panitia perekrutan atas keikutsertaan setiap peserta di setiap tahapan seleksinya,” pungkasnya. (Red)



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.