Semarak Kemerdekaan, Puluhan Mahasiswa Antusias Pelajari Sejarah Banten
HARIANBANTEN.CO.ID, CILEGON – Bertajuk ‘Peran Kesultanan dan Masyarakat Banten Sebagai Embrio Kemerdekaan Republik Indonesia’, Komunitas Lingkar Studi Surosowan (LSS) menggelar seminar di gedung Aula Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Cilegon. Kamis, (25/8/2022).
Ketua Pelaksana Seminar Santoni Amindo mengatakan, kegiatan tersebut dihadiri oleh 50 peserta dari berbagai kalangan. Namun, dari peserta yang hadir, Santoni mengungkap didominasi oleh mahasiswa dari berbagai kampus di Banten.
“Alhamdulillah, antusias peserta baik mahasiswa maupun umum menyambut kemerdekaan lewat seminar ini cukup. Terbukti dengan hadirnya puluhan mahasiswa yang jauh-jauh dari Serang, atau bahkan ada yang dari Pandeglang,” kata Santoni.
Senada dengan itu, Ketua LSS Nur Arief Rachman mengatakan, maksud dan tujuan penyelenggaraan Seminar Sejarah Ke-Bantenan ini sebagai momentum memperingati hari kemerdekaan 17 Agustus 1945.
Dalam sambutannya, Arief mengaku kegiatan ini bertujuan untuk mengenal lebih jauh tentang sejarah Banten secara murni dan mendalam.
“Bahkan kita (pengurus LSS) berniat untuk road show ke kampus-kampus yang ada di Banten, mengajak bergabung bersama guna peduli terhadap sejarah Ke-Bantenan,” ucapnya.
Arif menjelaskan, seminar kali ini bakal dipandu oleh dirinya langsung dengan menghadirkan pemateri yang berkompeten, yakni seorang Dosen Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) serta Peneliti Teknologi Kesultanan Banten, Haryadi.
Dilokasi yang sama, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Cilegon, Dr. Ismattullah membuka acara tersebut seraya menjadi Keynote Speaker dalam kegiatan yang dijalani oleh para mahasiswa tersebut.
Ia menuturkan, ada komunitas anak-anak muda yang diberi nama Surosowan, yang mana anggota adalah mahasiswa yang tentunya berintelektual. Ia berharap anak muda tersebut berkibar di masa depan.
“Saya senang sama seminar ini, dimana semangat para pemuda ingin tau domisili yang mereka tinggal, karena dimana mahasiswa yang ada di Banten ini lebih dalam mengetahui soal Wilayah Banten,” ujar Ismat.
“Karena saya hobby soal sejarah maka saya sampaikan ada beberapa jalur sampai Banten ditemukan. Setelah saya pelajarin, bukan Jepang dan Belanda saja yang menjajah bumi Banten, tapi Prancis, Inggris bahkan Denmark, Spanyol, Portugis,” tambahnya. (Rahmat/Red)



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.