HARIANBANTEN.CO.ID, CILEGON – Memulai serta merintis sebuah usaha tidak semudah membalikan telapak tangan, ada perjuangan dan keringat dan modal yang harus dikeluarkan, serta pemikiran yang matang agar usaha tersebut tidak berhenti di tengah jalan. Hal tersebut disampaikan Zaenal, Salah satu pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Lingkungan Kerenceng RT 01 RW 04, Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Citangkil Saat diwawancarai Wartawan Harianbanten.co.id, Sabtu 04 November 2022.

Dikatakan Zaenal, dirinya sudah menggeluti usaha cilok ini, sudah berjalan dua tahun, jatuh bangunpun dirasakan, hingga saat ini mempunyai sepuluh gerobak cilok.

“Alhamdulillah saya punya sepuluh gerobak, dan dua gerobak masih belum terpakai, dan untuk Pemerintah, saya berharap bisa lebih selektif dalam memberikan bantuan permodalan, harus ada pengecekan apakah usaha tersebut bernar adanya, jangan sampai yang tidak usaha malah dapat modal,”katanya.

Ditanya soal omzet perharinya dari hasil berjualan cilok pergerobaknya, dikatakannya tidak menentu.

“Setiap harinya kita produksi 24 kilo cilok, kalau penghasilan gak menentu pa, yah kadang Rp. 100.000, kadang kurang, kadang lebih, ” Katanya.

Keinginan dalam usaha ini, Warga lokal Cilegon bisa Seperti pedagang luar Cilegon yang bisa bersaing dan Lancar.

“Keinginan saya pelaku usaha di Cilegon bisa bersaing dan lancar, tentu tidak lepas dari dukungan Pemerintah dalam memajukan UMKM di Cilegon,” terang Zaenal.

Harapan terhadap Pemerintah sendiri, tidak hanya permodalan saja, pendampinganpun diperlukan, agar terarah dalam merintis sebuah usaha.

“Permodalan itu yang paling utama, selain itu, harapan saya Pemerintah melakukan pendampingan kepada pelaku UMKM agar bisa berkembang,” ungkapnya. (HB/Red)