CILEGON – Korean Trade Invesment Promotion Agency (KOTRA) sebuah lembaga yang bergerak di pusat layanan investasi perdagangan Korea Selatan, seperti Kamar Dagang dan Industri (KADIN) jika Indonesia, berkunjung ke Rumah Peradaban Banten (RPB), Pukul 14:00 WIB di Kampung Kubang Welut, Kelurahan Samangraya, Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon.

Dalam kunjungannya, KOTRA menerjunkan dua orang perwakilannya yakni Lee Chang Hyun selaku Deputi Direktur dan juga rekannya Oktaviana Diah Puspita.

Pada kesempatan tersebut juga ikut mendampingi Profesor Bambang S Laksono, yang merupakan delegasi dari Universitas Indonesia (UI) bersama tiga orang mahasiswa.

Kunjungan ini salah satunya dilaksanakan dalam rangka melihat-lihat program yang yang sudah di implementasikan oleh PT Krakatau Posco (KP) dan PT Krakatau Posco Social Entreprise (KPSE).

Kunjungan ke RPB merupakan rangkaian yang dilaksanakan oleh KOTRA dalam rangka melihat langsung tanggung jawab sosial yang dilakukan oleh KP dan KPSE kepada masyarakat sekitar.

Dalam kesempatan itu, Prof Bambang menceritakan bagaimana semestinya industri tumbuh berbarengan dengan semangat membangun masyarakat.

“Hal ini bisa dilakukan dalam konteks kebijakan daerah, untuk memayungi kepentingan daerahnya,” tutur Bambang.

Sementara Huluful Fahmi, pendiri RPB yang juga ketua CCSR Kota Cilegon menitipkan beberapa hal terkait harapan mengenai keberpihakan industri dalam konteks pembangunan yang mesti melihat aspek pembangunan yang lebih komprehensif.

Selain persoalan produksi dengan target-target perhitungan bisnisnya, namun ada persoalan lain yang tidak kalah penting mengenai pembangunan yang berbasis kepada pengembangan sumber daya manusia lokal, penataan kota, hinga akulturasi budaya yang di timbulkan dari industrialisasi juga mesti turut di fikirkan dan dibangun secara serius, bersama pihak industri.

Fahmi juga mengucapkan banyak terimakasih kepada KOTRA dan UI yang sudah mengunjungi kampungnya.

“Semoga kedepan ini merupakan pembelajaran bagi industri-industri lain untuk turut membangun daerahnya dengan melakukan pembinaan dan pendampingan yang di inisiasi oleh dunia akademik. Sehingga industri memiliki kontribusinya yang jelas bagi peroses pengembangan daerah,” harap Fahmi.

Dalam kesempatan itu Lee Chang Hyun yang datang sedikit telat, berkesempatan melihat-lihat produk dari karya ibu-ibu binaan KP dan KPSE yakni kelompok wanita tani asoka pintu air, yang memajang produk karya buah tangan Kokoru, steak sawi dan brownies.

Semenetara Sanggar Wuni Kreasi memamerkan produk hiasan berbahan dasar kayu palet sisa industri. (Red)