Dilepas Wakil Wali Kota, PMR Cilegon Siap Ukir Prestasi dan Bawa Misi Kemanusiaan
HARIANBANTEN.CO.ID — Sebanyak 47 pelajar dari berbagai jenjang pendidikan di Kota Cilegon resmi dilepas untuk mengikuti Jumbara Palang Merah Remaja (PMR) Tingkat Provinsi Banten IV Tahun 2025.
Prosesi pelepasan dilakukan langsung oleh Wakil Wali Kota Cilegon, Fajar Hadi Prabowo, dalam apel pagi di Halaman Kantor Wali Kota, Senin (30/6/2025), bertepatan dengan peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-32.
Dalam sambutannya, Fajar menyampaikan rasa bangga dan apresiasi kepada Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Cilegon atas konsistensinya membina generasi muda melalui kegiatan kepalangmerahan. Ia menekankan bahwa keikutsertaan dalam Jumbara bukan semata untuk berkompetisi, melainkan untuk membawa misi kemanusiaan yang lebih besar.
“Kegiatan Jumbara bukan hanya ajang unjuk keterampilan, tetapi juga sarana belajar, berbagi pengalaman, mempererat persaudaraan, dan menanamkan nilai-nilai kemanusiaan secara nyata,” ujarnya.
Fajar juga memberikan pesan kepada para peserta agar senantiasa menjaga nama baik Kota Cilegon, menjunjung tinggi sportivitas, serta menjaga kekompakan dan kesehatan selama kegiatan berlangsung.
Ia berharap, para peserta tidak hanya membawa pulang prestasi, tetapi juga pengalaman berharga yang dapat membentuk karakter sebagai relawan muda yang tangguh dan peduli terhadap sesama.
“Jadikan ini sebagai momen untuk tumbuh menjadi pribadi yang bermanfaat. Apa yang kalian pelajari di sana, pada akhirnya akan kembali untuk diri kalian sendiri,” ucapnya.
Sementara itu, Ketua PMI Kota Cilegon, Abdul Hakim Lubis, menyebutkan bahwa Jumbara PMR Banten IV akan digelar pada 30 Juni hingga 4 Juli 2025 di Taman Wisata Mahoni Bangun Sentosa (MBS), Kota Serang. Kontingen dari Cilegon terdiri dari peserta tingkat SD, SMP, dan SMA, serta didampingi para pembimbing.
Menurut Lubis, pihaknya tidak menetapkan target juara tertentu dalam ajang ini. Fokus utama, kata dia, adalah memberikan pengalaman dan pembelajaran bagi seluruh peserta.
“Tidak ada target khusus, yang penting anak-anak kita bisa belajar dan berproses dengan baik. Ini tentang memperkuat semangat kemanusiaan, bukan sekadar kompetisi,” pungkasnya.
Penulis: Red | Harianbanten.co.id



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.