HARIANBANTEN.CO.ID – Pencarian terhadap Suwito, anak buah kapal (ABK) KM Nanjung Sari, memasuki hari ketiga. Hingga Minggu (14/9/2025) sore, keberadaan korban belum juga ditemukan usai kapal nelayan itu tenggelam di perairan Pasauran, Kecamatan Cinangka, Serang, Banten.

Tim SAR gabungan dari BPBD-PK Pandeglang, Basarnas Banten, Polairud, nelayan, hingga masyarakat setempat masih melakukan penyisiran di sekitar lokasi. Pencarian dilakukan dengan kapal dan peralatan SAR air.

“Pencarian tetap dilanjutkan. Kami bersama Basarnas, Polairud, dan nelayan setempat berupaya semaksimal mungkin menemukan korban,” kata Kepala BPBD-PK Pandeglang, Riza Ahmad Kurniawan, Minggu (14/9/2025).

BPBD-PK mengerahkan delapan personel, sementara Basarnas menurunkan tujuh personel. Beberapa kapal nelayan juga ikut membantu secara sukarela.

Namun, pencarian terkendala gelombang tinggi 2,5 hingga 4 meter. Kondisi laut itu menyulitkan tim memperluas area operasi. Riza mengimbau nelayan dan wisatawan agar tidak memaksakan diri melaut saat cuaca buruk.

Diketahui, KM Nanjung Sari GT 5 tenggelam pada Jumat (12/9/2025) dini hari usai diduga ditabrak kapal tongkang. Dari lima ABK, empat selamat, sementara Suwito masih hilang hingga kini. (red)