Tambah Wawasan Keaktoran, Wonk Kite Gelar Bedah Buku
Cilegon – Sore hari, di salah satu sudut kota industri yang tak jauh dari ikon kota tersebut, sekelompok muda-mudi yang tergabung dalam Komunitas Teater Wonk Kite (KTWK) Cilegon, menggelar acara bedah buku vertical acting karya Jurij Alschitz yang diterjemahkan oleh Ahdi Zukhruf Amri, selaku pemantik dan sebagai Ketua Dewan Kesenian Cilegon (DKC).
Kegiatan yang digelar ditaman layak anak tersebut, dihadiri oleh puluhan peserta yang merupakan pelajar di beberapa teater sekolah di Kota Cilegon.
Dalam buku tersebut, diulas beberapa hal mengenai keaktoran yang diurut berdasarkan sub isi, mulai dari pertemuan pribadi, kehidupan yang tak terlihat dari sesuatu yang terlihat, dekonstruksi teks, dan menjadi aktor yang merdeka.
Kegiatan yang dilaksanakan di Taman Layak Anak tersebut, dihadiri oleh sekitar 30 orang dari berbagai teater sekolah, baik jenjang SMP atau SMA.
Turut serta dalam kegiatan tersebut, kawan-kawan dari Banten Art Community (BAC).
“Hal ini sangat berguna bagi para aktor pemula dan wawasan untuk aktor yang punya jam terbang lebih banyak,” ungkap Ahmad Faldi selaku Presiden KTWK, Sabtu (16/3/2019) melalui rilis.
“Kegiatan ini bertujuan menambah wawasan keilmuan tentang akting dan berteater, juga untuk mempererat tali silaturahmi antar pegiat teater se kota Cilegon,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua DKC selaku pemantik mengapresiasi kegiatan tersebut.
“Pentas itu penting, kajian untuk nutrisi otak pun sangat penting. Semoga ini menjadi agenda rutin dan agenda kreatif yang diadakan oleh pengurus komunitas teater wonk kite, juga semoga kedepan akan lebih banyak peserta untuk saling berbagi dan sama-sama mengkaji soal teater dan gejala sosial,” ujarnya.
Adapun perwakilan teater-teater sekolah yang hadir diantaranta, Teater Akar (SMP KS), Teater Mata Air (MTS 2 CLGN), Teater TBC (SMK BCA), Teater Kunci (SMA 1CLGN) dan Teater Banyu (MAN 1 CLGN).
“Saya menikmati acara itu dan saya banyak bertanya kepada pemateri cara menghilangkan nerveous (baca: grogi) ketika pentas,” ujar Kamal salah satu peserta dari Teater Akar.
Kegiatan bedah buku yang dilaksanakan pada Februari bulan lalu tersebut di awali dengan orasi teater dan pembacaan puisi. (Red)



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.