Akibat Diterjang Cuaca Buruk, Perahu Nelayan di Panimbang Terguling
PANDEGLANG – Sebuah perahu nelayan milik Agus warga Desa Panimbangjaya Kecamatan Panimbang terguling akibat diterjang cuaca buruk saat mencari ikan di perairan Tanjung Lesung Panimbang, Sabtu (2/5/2020).
Dalam peristiwa tersebut mengakibatkan kerusakan perahu yang cukup parah, dan diprediksi mengalami kerugian puluhan juta rupiah, karena beberapa perlengkapan menangkap ikan mengalami kerusakan.
Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kecamatan Panimbang, Abdul Azis menuturkan, pihaknya melakukan evakuasi terhadap nelayan yang menjadi korban cuaca buruk saat melaut dengan mengerahkan beberapa perahu untuk menarik, hal itu dilakukan sebagi bentuk solideritas sesame nelayan.
“Kalau untuk lokasi tergulingnya nelayan yang itu di sekitar Tanjung Lesung tenggelamnya, akhirnya ditarik oleh nelayan yang lain yang ada di sekitarnya dengan tiga perahu, dalam peristiwa tersebut tidak ada korban jiwa hanya kerugian material saja,” ucapnya kepada harianhanten.co.id.
Menurutnya, aksi solideritas di tengah laut tersebut sudah lazim dilakukan oleh sesame nelayan, meskipun tidak saling mengenal satu sama lain, sebab di tengah laut memiliki resiko yang sangat tinggi ketika menemukan kendala saat mencari ikan.
“Untuk kejadiannya saat sedang mencari ikan tenggelam, kemudian para nelayan yang hendak pulang melihat perahu itu terguling, langsung diderek dan dievakuasi karena kami para nelayan secara solideritas sangat tinggi, sebab di laut tidak ada jasa derek, jadi kalau ada nelayan yang mogok di tengah laut atau terkena musibah itu semuanya saling menolong,” katanya.
Azis menjelaskan, beberapa kerugian yang ditaksir mencapai puluhan juta rupiah tersebut, merupakan perlengkapan melaut yang mengalami kerusakan, diantaranya genset dan kayu perahu yang bocor.
“Betul tidak ada korban, tapi kalau hitung kerugianya mencapai 30 juta rupiah, belum ikan hasil tangkapannya hilang, mesin rusak, kemudian papan yang bocor harus diganti, bisa jadi surat-surat dan dokumen lainnya juga ikut hilang, alat tangkap ikan hilang, genset rusak, barang milik nahkoda dan ABK hilang seperti HP, dompet, uang dan lainya,” ujarnya.
Masih di lokasi yang sama, nelayan lainnya Abek menuturkan, dirinya menarika kapal yang tenggelam tersebut merupakan konsekuensi terhadap sesame pelaut, karena hidup di tengah laut memiliki resiko tinggi.
“Begitulah kalau di laut, sebenarnya banyak resiko lebih dari di darat apalagi cuaca buruk, belum lagi saat ini sedang corona, kita saling menolong itu karena kita berfikir bahwa musibah seperti itu bisa saja terjadi pada diri kita, makanya kita tolong,” ucapnya. (De/red)



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.