HARIANBANTEN.CO.ID, CILEGON – Aktivis Cilegon Rudi Iskandar menyayangkan adanya dukung mendukung ditengah polemik yang terjadi antara masyarakat dengan PT Krakatau Steel (KS).

Diketahui, saat ini tengah ramai polemik antara masyarakat dengan PT KS lantaran adanya pemagaran lahan kawasan industri yang dilakukan sepanjang Jalan Raya Anyar Cilegon mulai PT Krakatau Wajatama hingga Kelurahan Tegal Ratu, Kecamatan Ciwandan.

Rudi Iskandar mengatakan, polemik yang saat ini tengah terjadi antara masyarakat dengan PT KS tersebut seharusnya tidak dimanfaatkan oleh segelintir kelompak demi kepentingan pribadinya.

“Siapa pun orangnya di masyarakat Cilegon Banten ini, semua akan mendukung PT Krakatau Steel sebagai perusahaan BUMN, kita semua sebagai masyarakat Cilegon harus di ingatkan kembali, bahwa sudah terlalu banyak pengorbanan masyarakat Cilegon untuk mendukung berdirinya Krakatau Steel ini, mulai Bedol Desa, alih fungsi lahan dari agraris ke industri,” kata Bob kepada wartawan, Rabu (22/6/2022).

Untuk itu, lanjut Bob, seharusnya setiap kelompok dapat mendahulukan kepentingan dan keluhan masyarakat tanpa mementingkan kepentingan pribadi kelompoknya.

Dimana, ujar Bob, saat ini perusahaan BUMN PT KS tersebut dianggap telah melakukan sejumlah pelanggaran yang telah ditetapkan.

Bob juga mengatakan, berdasarkan hasil keputusan saat rapat dengar pendapat beberapa waktu lalu dengan Komisi I DPRD Cilegon, terkait pemagaran lahan kawasan industri yang dilakukan PT KS itu telah diputuskan beberapa rekomendasi yang harus dihormati oleh setiap pihak.

“Hasil rapat dengar pendapat masyarakat dengan DPRD Cilegon Komisi I, sudah merekomendasikan supaya pembangunan pemagaran ini di stop, karena pertama, melanggar Perda No. 05 Tahun 2012 Tentang Bangunan Gedung, dan kedua melanggar Undang- Undang No. 38 Tahun 2004 Tentang Jalan, belum lagi tergusurnya usaha masyarakat kecil yang jadi korban dari dampak pemagaran ini,” tuturnya.

Namun demikian, dirinya menyayangkan pemagaran lahan tersebut tetap dilanjutkan oleh PT KS. Selain itu dirinya juga menyayangkan terhadap sikap dari beberapa kelompok yang tidak mengetahui kondisi riil di lapangan.

“Lantas kenapa pembangunan terus di lanjutkan. Dan sangat menyayangkan ada element masyarakat Cilegon yang terjebak pada dukung mendukung, siapa pun akan mendukung jika itu untuk kemaslahatan,” pungkasnya. (HB/Red)