HARIANBANTEN.CO.ID, CILEGON – Ketua Persatuan Perjuangan Masyarakat Cilegon (PPMC) Tb Bambang Mulyadi Sanusi minta Direktur Utama (Dirut) PT Krakatau Steel (KS) untuk tidak terus menggunakan cara-cara penjajah dalam melanggengkan kekuasaanya.

Hal itu disampaikan aktivis yang akrab disapa Cak Mul, lantaran beredar kabar Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Banten KH Tubagus Hamid Ma’ani yang juga Pimpinan Pondok Pesantren Al-Mua’awanah, Malnu Menes, Kabupaten Pandeglang, memberikan dukungannya terhadap langkah PT KS dalam proses pemagaran aset lahan milik PT KS.

“Sebaiknya, Silmy Karim jangan terus menggunakan cara-cara penjajah Belanda, yakni memainkan politik devide et empera atau politik adu domba. Silmy Karim jangan kurang ajar di tanah Banten. Menarik-narik ulama untuk kepentingan melanggengkan kekuasaannya saja,” kata Cak Mul, Sabtu (11/6/2022).

Cak Mul meyakini, dukungan Ketua MUI Banten KH Ma’ani terhadap PT KS tersebut merupakan ketidaktahuan terkait persoalan yang ditimbulkan dari pemagaran lahan PT KS tersebut.

“Kiai Ma’ani tentu saja tidak tahu persis persoalannya, beliau hanya dilapori persoalan suksesnya saja oleh Silmy Karim. Namun jika mau melihat lebih dekat, dimana ada soal keangkuhan dalam banyak kebijakan Silmy Karim yang merugikan masyarakat Cilegon dan Banten,” ujarnya.

Lebih lanjut Cak Mul menjelaskan, dalam proses pelaksanaan pemagaran lahan aset tersebut, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tersebut tampak tak memperhatikan keluh-kesah masyarakat sekitarnya.

“Dalam proses pemagaran saja mesti dilihat, ada pasar rakyat, ada sentra UKM, sawah yang masih produktif yang dijadikan tumpuan beberapa masyarakat, lapangan bola yang masih aktif digunakan, hingga bagaiamana represifnya Silmy Karim memperlakukan masayarakat di Kota Cilegon,” tuturnya.

Menurut Cak Mul, masyarakat di Kota Cilegon dan Banten seharusnya dapat melihat lebih seksama sebelum memberikan dukungan terhadap lembaga maupun individu. Hal itu lantaran Silmy dianggap memiliki komunikasi yang buruk dan terus menggunakan cara adu domba dengan masyarakat.

“Komunikasi yang buruk, satu arah dengan cara-cara terus menerus mengadu serta memecah belah masayarakat. Salah satu contohnya ini ketua MUI kemudian yang tidak ada kaitannya, yang sehari-harinya tidak pernah melihat dari dekat kondisi Krakatau Steel dan warganya di Cilegon, malah tiba-tiba disuruh mengamini, dan mendukung langkah Silmy karim untuk mendukung pemagaran,” ujarnya.

Atas dasar tersebut, Cak Mul dengan tegas mengecam langkah Silmy Karim dalam usahanya mengadu antara masyarakat dengan tokoh agama.

“Saya mengecam cara-cara komunikasi yang buruk Silmi mKarim terhadap masayrakat Cilegon dan Banten. Lihat saja jika mau dipagar sekalian yang tinggi, agar debu yang kerap dihasilkan dari Karakatau steel juga tidak masuk ke pemukiman warga. Ini pesan yang sangat serius buat Silmy Karim, dari masyarakat di Kota Cilegon dan Banten. Saya mengecam cara-cara komunikasi yang buruk Silmy Karim terhadap masyarakat Cilegon dan Banten”, tuturnya.

Cak Mul menyampaikan seharusnya Silmy Karim dapat fokus dan meningkatkan komunikasi dengan masyarakat atas segala persoalan yang kerap terjadi,”.

“Bukannya fokus pada pokok persoalan untuk meningkatkan komunikasi yang persuasif dan dua arah dalam menyelesaikan banyak persoalan di karatau Steel, ini malah mengadu domba,” ujarnya.

Terpisah, Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Banten KH Ma’ani menilai PT KS, dibawah kepemimpinan Silmy Karim saat ini terbilang berhasil.

Penilaian positif itu muncul karena saat ini perusahaan Plat Merah yang ada di Kota Cilegon, tersebut dinilai terus mengalami kenaikan laba bersih, padahal sebelum-sebelumnya, PT Krakatau Steel, selalu mengalami kerugian.

“Dibawah kepimpinan Pak Silmy, Krakatau Steel saat ini, telah melakukan banyak perbaikan dan perubahan ke arah yang lebih baik. Hingga meraih keuntungan, setelah sebelumnya merugi,” kata KH Tb Hamdi Ma’ani, Kamis (09/06), di Pondok Pesantren Al-Mu’awanah, Malnu Pusat Menes.

Berdasarkan data mutakhir, PT Krakatau Steel (Perseroan) Tbk, pada April tahun 2022, menorehkan kinerja positif dengan ditandai meningkatnya laba bersih sebesar Rp13,44 triliun dari periode sebelumnya sebesar, Rp9,65 triliun.

Dengan kinerja yang positif itu, Dirut PT KS Silmy Karim, memproyeksikan pendapatan Krakatau Steel mencapai Rp37,74 triliun dapat tercapai, sehingga kinerja di 2022 lebih baik dari tahun lalu.

Selain itu, KH. Hamdi juga turut menyoroti pelaksanaan pemagaran lahan yang diakui sebagai aset milik Krakatau Steel di sepanjang Jalan Raya Anyer KM 12, Kelurahan Tegal Ratu hingga Pabrik PT Krakatau Wajatama.

Ia menyatakan, langkah-langkah penertiban yang ditempuh oleh Krakatau Steel harus dimaknai sebagai upaya Krakatau Steel dalam rangka menjaga aset negara, yang harus didukung untuk kebaikan jangka panjang.

KH Hamdi juga berpendapat, baik secara agama maupun undang-undang negara, tidak dibenarkan seseorang melakukan ghoshob atau penyerobotan tanah hak milik orang lain.

“Hal tersebut merupakan hal biasa, bagi siapa saja yang memiliki lahan maka pasti jika memiliki biaya akan melakukan hal sama, dan merupakan hak PT. Krakatau Steel yang harus dihormati semua pihak”, ungkapnya.

Selain itu, KH. Tb. Hamdi menilai pembinaan Krakatau Steel dibawah kepemimpin Silmy Karim dengan para ulama dan masyarakat pesantren di Banten dinilai sudah baik.

“Kami dari MUI berharap program pembinaan CSR KS Group untuk masyarakat Pesantren terus ditingkat kan, kami juga telah usulkan agar dibuat/di bentuk forum Komunikasi ulama dan umaro yang melibatkan semua unsur nantinya,” pungkasnya. (TKN/Red)