Cegah Covid-19, Puskesmas Cikedal Pandeglang Batasi Pelayanan
PANDEGLANG – Puskesmas Kecamatan Cikedal menghimbau pembatasan pelayanan kesehatan bagi masyarakat, hal itu dilakukan sebagai pencegahan penyebaran covid-19.
Seperti yang diposting di media sosial melalui akun facebook Puskesmas Cikedal, himbauan yang dibuat Puskesmas Cikedal tersebut bertuliskan “Himbauan kepada pengunjung Puskesmas, dalam rangka pencegahan penularan covid-19, kami menghimbau kepada masyarakat agar tidak datang ke puskesmas, kecuali sangat membutuhkan pelayanan kesehatan, yang tidak mendesak bisa ditangguhkan untuk menghindari penularan penyakit”.
Dihubungi melalui sambungan telepon, Kepala Puskesmas Cikedal, Pandeglang, Iwan mengatakan, pihakya telah membuat himbauan tersebut, hal itu sengaja dibuat untuk sebagai upaya pencegahan penyebaran covid-19.
“Kami juga masih terus memberikan pelayanan, tapi sifatnya yang urgen saja. Seperti persalinan, kecelakanan, tapi jika warga hanya mengalami flu bias saja cukup diobati di rumah saja,” ungkapnya, Senin (30/3/2020).
Iwan mengatakan, maksud dari dikeluarkannya himbauan tersebut, khawatir ada warga yang pulang dari kota besar, dari pada terpapar covid-19 dan lebih beresiko lagi, maka pelayanan di Puskesmas diminimalisir.
“Itu mah himbauan saja, terkecuali ada pasien yang memang benar – benar urgen membutuhkan pelayanan baru dilayani,” katanya.
Menurutnya, pemberlakukan himbauan tersebut diberlakukan sejak dari dua hari lalu hingga ada penetapan dari pemerintah bahwa situasi dan kondisi normal lagi.
“Selain meminimalisir pelayanan dalam mencegah penyebaran covid-19, kami juga melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar meningkatkan PHBS, guna sama-sama melakukan pencegahan covid-19 itu,” ujarnya.
Selain itu tambah dia, himbauan tersebut dibuat karena di Puskesmasnya keterbatas Alat Pelindung Diri (APD) bagi para petugas kesehatan. Sebab jika petugas dalam melayani masyarakat tidak menggunakan APD, hawatir akan beresiko bagi para petugas itu sendiri. Sebab jika APD lengkap, pelayananpun akan maksimal, karena pihaknya lebih aman dan nyaman dalam memberikan pelayanan.
“APD di kami cukup minim, karena belum adanya bantuan APD dari pemerintah, bahkan kami buat sendiri dengan perlengkapan seadanya,” tuturnya.
Pihaknya juga menyarankan, jika ada warga Cikedal yang habis bepergian dari kota besar diharapkan untuk mengisolasi diri, jangan ke luar dan jangan kemanan – manan terlebih dahulu selama 14 hari ke depan.
“Tapi jika ada warga yang mengalami kejala yang mengarah covid-19, baru kami tindaklanjuti dengan pemeriksaan,” katanya.
Ditambahkannya, untuk pelayanan pemeriksaan screening bagi warga pendatangpun dilayani di luar Puskesmas dengan menggunakan tenda dari BPBD.
“Jika dilayani di dalam Puskesmas, hawatir pasien yang dirawat terganggu. Karena kami tidak tahu apakah warga itu terserang covid-19 atau tidaknya,” ucapnya. (De/Red)



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.