PANDEGLANG – Dinas Kesehatan Kabupaten Pandeglang mencatat ratusan kasus demam berdarah saat pandemi Covid-19, karena masih ada perilaku hidup yang belum bersih.

Dari data yang dihimpun harianbanten.co.id, seluruh kecamatan yang ada di Kabupaten Pandeglang menyumbangkan beberapa orang yang terkena DBD, namun kasus yang paling banyak terjadi di lima kecamatan, yaitu Kecamatan Labuan, Panimbang, Cibaliung,

Kabid Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Kabupaten Pandeglang, Ahmad Sulaeman menuturkan, saat ini sudah ada 368 kasus DBD terjadi di Kabupaten Pandeglang selama kurun waktu empat bulan, sehingga data tersebut termasuk angka yang fantastis.

“Sejak bulan Januari kita mewaspadai, namun sampai saat ini kami mencatat bahwa sudah ada 197 titik yang telah kami voging untuk seluruh wilayah, dibantu oleh tim surveylance, adapun untuk kasusnya setiap kecamatan menyumbangkan angka DBD,” ucapnya saat ditemui di ruangannya, Selasa (28/4/2020).

Ia mengatakan, terdapat lima kecamatan penyumbang angka DBD tertinggi, yaitu Kecamatan Sumur, Labuan, Cigeulis, Majasari dan Cibitung. Dirinya mengajak untuk kembali menerapkan PHBS di lingkungan sekitar.

“Hal yang harus dilakukan oleh masyarakat yaitu, kita harus giatkan lagi pemberantasan sarang nyamuk, selagi masih ada masa di rumah kita beres-beres jangan sampai ada genangan air, contohnya di minuman burung sehingga ada jentik yang berkembang,” ucapnya.

Menurut Sule, fogging hanya memberantas nyamuk dewasa, namun untuk jentik tidak terbunuh, sehingga perlu dilakukan penanganan jentik dengan mengurangi genangan air.

“Ingat, foging tidak membunuh jentik nyamuk, adapun untuk prioritas penanganan memang kita ke Covid-19, tapi kita terakhir di Kecamatan Cikedal, memang dikesampingkan tapi memang DBD ini sangat berbahaya,” ucapnya. (De/Red)