Heboh! Pengusaha Cilegon Minta Jatah Proyek Rp5 Triliun tanpa Lelang ke Kontraktor Asal Tiongkok
HARIANBANTEN.CO.ID – Sebuah video pertemuan antara Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Cilegon dengan perwakilan kontraktor asal Tiongkok, Chengda Engineering Co. Ltd., viral di media sosial dan memicu polemik di tengah masyarakat.
Dalam video yang beredar sejak Minggu (11/5/2025), Kadin bersama sejumlah organisasi pengusaha dan masyarakat terlihat meminta alokasi proyek senilai Rp5 triliun secara langsung, tanpa melalui proses lelang.
Pertemuan tersebut diketahui membahas keterlibatan pelaku usaha lokal dalam proyek pembangunan kompleks industri Chandra Asri Alkali (CAA) di Kota Cilegon. Sejumlah perwakilan organisasi hadir dalam forum tersebut, di antaranya dari HIPPI Cilegon, HIPMI Baja, GAPENSI, dan HNSI.
Salah satu pernyataan yang menyita perhatian datang dari Pengurus Kadin Cilegon, Ismatullah Ali. Dalam video berdurasi beberapa menit itu, ia menyampaikan permintaan secara terbuka kepada pihak Chengda.
“Tanpa ada lelang, porsinya harus jelas. Rp5 triliun untuk Kadin, langsung,” ujar Ismatullah sambil menggebrak meja.
Melalui penerjemah, perwakilan Kadin dan organisasi lainnya menyampaikan bahwa mereka siap menyaring kontraktor lokal yang dianggap layak, asalkan pihak Chengda bersedia memberikan porsi pekerjaan secara langsung. Mereka juga menekankan bahwa dari total nilai proyek yang disebut mencapai Rp17 triliun, hanya sekitar Rp1 triliun yang sejauh ini dikerjakan oleh pelaku usaha lokal.
Pihak Chengda Engineering merespons dengan hati-hati. Dalam pertemuan tersebut, mereka menyatakan akan mempertimbangkan kerja sama lebih lanjut apabila pelaku lokal dapat membuktikan kompetensi dan memenuhi standar teknis yang dibutuhkan proyek.
Kendati demikian, unggahan video itu memicu reaksi keras dari warganet. Banyak yang mengkritik permintaan alokasi proyek tanpa melalui mekanisme resmi, menilai tindakan tersebut dapat merusak iklim investasi serta mencederai prinsip tata kelola yang bersih dan profesional.
“Alih-alih memperjuangkan pengusaha lokal, cara seperti ini justru memperburuk citra dunia usaha di daerah,” tulis salah satu komentar di media sosial.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Kadin Cilegon maupun manajemen Chandra Asri. Pemerintah Kota Cilegon juga belum memberikan tanggapan terkait polemik yang tengah berkembang di ruang publik tersebut.
Penulis: Asep Tolet | Harianbanten.co.id



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.