HARIANBANTEN.CO.ID– Dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadan, seluruh pengurus dan pegawai PT Bank Pembiayaan Rakyat Syariah Cilegon Mandiri (BPRS-CM) menggelar kegiatan khotmil Qur’an dengan membaca Al-Qur’an bersama di lingkungan kantor.

Kegiatan tersebut dilakukan dengan konsep satu pegawai membaca satu juz. Dengan cara itu, para pegawai berhasil menyelesaikan 30 juz Al-Qur’an hingga khatam secara bersama-sama dalam satu waktu.

Humas BPRS Cilegon Mandiri, Eni Nuraeni mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian program Ramadan yang digelar manajemen untuk mengisi bulan suci dengan aktivitas yang bernilai ibadah.

Menurutnya, selain menjalankan ibadah puasa dan salat tarawih, pihaknya juga ingin menghadirkan nuansa Ramadan di lingkungan kerja dengan memperbanyak membaca Al-Qur’an.

“Intinya kami ingin memeriahkan Ramadan dengan membaca Al-Qur’an bersama di kantor. Setiap karyawan membaca satu juz, sehingga langsung khatam 30 juz,” ujar Eni.

Ia menjelaskan, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk membangun kebiasaan membaca Al-Qur’an secara bersama-sama. Sebelumnya, para pegawai biasanya membaca Al-Qur’an secara pribadi setelah melaksanakan salat.

“Kali ini berbeda, semua pegawai membaca secara serempak di kantor. Saya sendiri kebagian juz 10. Jadi dari juz 1 sampai 30 dibaca bersama sesuai pembagian,” jelasnya.

Tidak hanya khotmil Qur’an, rangkaian kegiatan Ramadan di BPRS Cilegon Mandiri juga diisi dengan pelatihan cara menghitung zakat, khususnya zakat profesi. Hal ini dinilai penting agar para pegawai bank syariah memahami perhitungan zakat secara tepat.

“Sebagai pegawai bank syariah, kami juga harus paham bagaimana cara menghitung zakat profesi dengan benar,” tambahnya.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat menumbuhkan kecintaan pegawai terhadap Al-Qur’an sekaligus menghadirkan keberkahan di bulan Ramadan, terutama menjelang 10 hari terakhir yang penuh kemuliaan.

“Harapannya, kegiatan ini bisa menumbuhkan kecintaan kepada Al-Qur’an dan membiasakan kita menjadi generasi Qurani yang berakhlakul Qur’an,” pungkasnya. (Red)