HARIANBANTEN.CO.ID – Pagi di Kota Cilegon tampak lebih semarak dari biasanya. Derap langkah para pendekar yang memenuhi ruas jalan menuju Alun-Alun Kota Cilegon berpadu dengan denting gamelan dan tabuhan musik tradisional. Kirab Budaya Golok Day 2025 kembali menjadi ruang perjumpaan antara tradisi, identitas, dan kebanggaan masyarakat Banten.

Di antara antusiasme ribuan peserta dan penonton yang memadati sepanjang rute kirab, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Cilegon, Heni Anita Susila, menegaskan satu pesan penting: Golok Day bukan sekadar perayaan, melainkan ruang besar untuk pemberdayaan masyarakat.

“Festival Golok Day bukan hanya ajang pertunjukan seni bela diri. Di sini ada perguruan, padepokan, pandegelok, hingga pelaku UMKM yang semuanya ikut bergerak dan mendapatkan manfaat. Sinergi antara Pemda dan IPSI Kota Cilegon menjadi fondasi sehingga kegiatan ini bisa berjalan lancar, tertib, dan penuh makna,” ujar Heni saat menyampaikan sambutan, Sabtu.

4.000 Pendekar Turun ke Jalan

Tahun ini, sekitar 4.000 pendekar dan pesilat dari delapan ancap IPSI Kota Cilegon turut ambil bagian dalam kirab. Deretan atraksi silat, iring-iringan paguron, serta ragam seni tradisional Banten menjadi suguhan yang menarik perhatian warga.

Tidak hanya itu, jumlah pengunjung diperkirakan mencapai 7.000 orang hingga malam hari, membuat festival ini tak hanya menjadi panggung budaya, tetapi juga penggerak ekonomi. Ratusan pelaku UMKM yang membuka lapak di kawasan event menyambut momentum ini sebagai peluang untuk meningkatkan pendapatan.

“Harapannya dampak ekonomi bisa langsung dirasakan oleh pelaku UMKM yang sejak pagi hingga malam turut meramaikan festival,” kata Heni.

Ditetapkan Menjadi Bagian dari KEN 2026

Tahun ini menjadi istimewa karena Festival Golok Day resmi masuk dalam jajaran Kharisma Event Nusantara (KEN) 2026, program kalender event nasional dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Penetapan ini menempatkan Cilegon sejajar dengan gelaran budaya besar lainnya di Banten seperti Seba Baduy, Sasingger, hingga Festival Cisadane.

“Alhamdulillah, tahun depan Golok Day akan masuk dalam KEN 2026. Ini merupakan pengakuan bahwa Cilegon punya kekuatan tradisi yang unik dan layak dipromosikan secara nasional. Kami sudah berkoordinasi dengan Dinas Pariwisata Provinsi Banten dan Kemenparekraf yang insya Allah siap berkolaborasi tahun depan,” ujarnya.

Dengan masuknya Golok Day ke dalam KEN, Pemerintah Kota Cilegon diharapkan dapat mengembangkan event ini dalam skala yang lebih besar, baik dari sisi promosi, jumlah peserta, hingga kualitas pagelaran seni.

Ikon Cilegon Sejak 2015

Golok Day telah menjadi agenda tahunan sejak 2015, dan dari tahun ke tahun, festival ini berkembang menjadi salah satu identitas budaya Cilegon. Heni menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang menjaga keberlangsungan event ini.

“Terima kasih kepada Bapak Wali Kota, Wakil Wali Kota, Sekda, para sponsor terutama Bank BJB, serta dunia usaha yang terus mendukung. Golok Day kini sudah menjadi ikon Cilegon, dan akan terus kita perkuat sebagai bagian dari jati diri budaya daerah,” ujarnya.

Rangkaian Festival 2025

Tahun ini, Festival Golok Day diisi berbagai kegiatan, mulai dari:

  • Kirab Pendekar Nusantara
  • Silaturahmi Pendekar
  • Lomba Pencak Silat kategori lokal dan umum
  • Penganugerahan Tokoh Pendekar/Golok Day Award
  • Kampung Pendekar
  • Festival UMKM

Di tengah geliat acara yang melibatkan ribuan orang itu, Golok Day kembali mengukuhkan posisinya sebagai rumah besar budaya Banten di Kota Cilegon, ruang tempat identitas daerah tumbuh, dirayakan, dan diwariskan lintas generasi. (red)