Hal tersebut dibenarkan oleh, Kepala Puskesmas Walantaka Wulan. Kata dia, ada seorang bidan kelurahan yang terkonfirmasi positif Covid-19. Bidan itu terpapar dari keluarganya yang sudah terkonfirmasi positif Covid-19 sebelumnya.
Kemudian, karena yang bersangkutan sering kontak dengan pegawai di Puskesmas Walantaka. Sehingga, seluruh pegawai di Puskesmas Walantaka di swab secara massal.
“Sering ngobrol walaupun pakai masker kan, akhirnya kita lapor Dinkes dan kita swab saat itu juga. Kemungkinan hasilnya (swab) Senin atau Selasa,” kata Wulan saat dikonfirmasi awak media melalui sambung telepon selulernya, Minggu (4/10/2020).
Saat ini juga pihaknya sudah berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Serang untuk penyemprotan disinfektan. Sehingga, selama proses sterilisasi, Puskemas ditutup selama tiga hari.
“Kami sudah koordinasi dengan BPBD untuk disinfeksi seluruh ruangan yang ada di puskesmas karena takut terkontaminasi juga,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Serang Ikbal mengatakan, penutupan layanan pada Puskesmas Walantaka terkait terpaparnya pegawai Puskesmas positif Covid-19. Selama penutupan, akan dilakukan desinfeksi diseluruh ruangan puskesmas.
“Untuk sementara (penutupan) tiga hari sembari melihat hasil pemeriksaan PCR ya,” kata Ikbal.
Bagi masyarakat Kecamatan Walantaka, lanjut dia, untuk sementara untuk layanan rawat jalan dan rawat inap dialihkan ke Puskesmas Kalodran dan Puskesmas terdekat lainnya.
“Untuk sementara ini rawat jalan dan rawat inap di alihkan ke Puskesmas Kalodran dan puskesmas terdekat ya,” ujarnya. (HRS/Red)
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.