PANDEGLANG – Sana (38) pria yang merupakan warga Desa Bebersari, Kecamatan Jiput, Kabupaten Pandeglang, Banten, harus tinggal di gubuk berukuran 2×2 meter yang bersebelahan dengan kandang yang diisi 6 kambing.

Sana merupakan anak satu-satunya dari pasangan suami istri yakni Satim dan Sarnah. Ayah Sana meninggal saat Ia berusia sekitar 8 tahun, sementara itu setalah ayahnya meninggal Sanan hanya tinggal bersama neneknya, ibunya pergi dan sampai saat ini tidak ada kabar.

Setalah hidup puluhan tahun bersama neneknya, pada tahun 2017 nenek Sana meninggal dunia. Semenjak itulah Sana memutuskan untuk tinggal di gubuk yang bersebelahan dengan kandang kambing. Hal tersebut dikarenakan rumah tempat Ia tinggal bersama Almarhum neneknya sudah tidak layak dihuni.

Tiang yang terbuat dari kayu sudah tidak mampu menahan beban, alas rumah yang berlubang, dan atap yang terbuat dari anyaman daun kerap kali bocor saat hujan turun.

Untuk bertahan hidup Ia hanya mengandalkan belas kasih dari tetangga yang kerap kali memberikannya makan, dan menyuruhnya untuk bekerja di kebun maupun sawah. Dengan keadannya yang memprihatinkan, Ia berharap pemerintah dapat memperhatikannya sebagai warga Kabupaten Pandeglang.

“Kalau makan dari hasil kerja yang di suruh tetangga, penghasilannya tidak nentu kadang 30 ribu, kadang 50 ribu. Saya berharap rumah saya dapat diperbaiki, karena dengan keadaan saya seperti ini, saya tidak mampu memperbaiki, tidak ada biaya,” ujar Sana, saat ditemui di kediamannya, Selasa (07/7/2020).

Ditempat yang sama, salah satu tetangga Sana yang tidak ingin disebutkan namanya menuturkan, bahwa sebenarnya Sana masih punya saudara, namun saudara Sana berada di Sumatra. Kini Sana tinggal sendiri dan hanya bekerja mengurus kambing punya tetangga, untuk makan serta kebutuhan sehari-hari, para tetangga yang selalu membantu.

“Saudara memang ada, tapi di Sumatra. Untuk makan ya paling dari tetangga yang sesekali memberikan Ia pekerjaan, seperti ngambil kelapa, ke sawah,” ucapnya.

Ia menjelaskan bahwa Sana yang tinggal di gubuk yang berdampingan dengan kandang kambing itu merupakan gubuk yang didirikan pemilik kambing beberapa tahun silam.

Sebagai tetangga Sana, Ia merasa kasian dengan keadaan Sana. Ia selalu berusaha membantu Sana agar Sana mendapatkan berbagai bantaun.

“Semenjak adanya Covid-19, saya berusaha membantu Sana agar mendapat sembako dari Pemerintah, namun sampai sekarang belum ada satu pihak pun yang datang untuk memberikan bantuan,” katanya.

Ia berharap, baik Pemerintah Daerah maupun para dermawan dapat segera memberikan bantuannya kepada Sana yang memang sangat mengharapkan bantuan tersebut.

“Saya berharap supaya pemerintah ataupun pihak lainnya segera mengirimkan bantuan, baik bantuan sembako maupun bantuan uang karena tetangga kam sangat butuh sekali bantuan itu. Mudah-mudahan saja pemerintah serta para Dermawan bisa mendengarnya dan segera memberikan bantuan,” ucapnya.

Sementara itu, Camat Jiput Suntama menuturkan, dirinya baru saja mengetahui adanya warganya yang sangat membutuhkan bantuan itu dari Kepala Dinas Sosial Pandeglang. Ia juga menjelaskan bahwa pihak desa yang mengetahui di lapang tidak memberikan informasi tersebut kepadanya.

“Saya baru tahu dari bu Kadinsos, Kepala Desa tidak memberitahu saya,” tuturnya.

Mengetahui Sana yang tidak memiliki Kaetu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK), Ia pun langsung membawa Sana agar segera dilakukan perekaman KTP di Kantor Kecamatan Jiput.

“Semoga dengan dibuatkanya KTP dan KK, progam bantuan dapat tersalurkan kepada Sana,” katanya. (De/red)