Kesal Tak Kunjung Diperbaiki, Warga di Dua Desa Swadaya Perbaiki Jala Rusak
PANDEGLANG – Sejumlah warga di Dua Desa yang berada di Kecamatan Banjar, Desa Mogana dan Desa Pasirawi memperbaiki jalan lintas kabupaten tepatnya di Jalan Raya Banjar-Kadomas dengan swadaya.
Gotong royong tersebut merupakan aksi kekesalan masyarakat terhadap jalan utama menuju pandeglang kota yang tidak kunjung di perbaiki oleh Pemerintah Kabupaten Pandeglang, padahal jaraknya tidak jauh dari pusat pemerintah Kabupaten Pandeglang.
Dari pantuan dilokasi, puluhan masyarakat dari dua desa tersebut bersama-sama bergotong royong, dari anak muda hingga lansia, berjibaku memperbaiki jalan yang nanjak dan rusak.
Kepala Desa Mogana, Muhammad Ropiq mengatakan, gotong royong yang melibatkan dua desa ini adalah bentuk kepedulian kepada masyarakat yang melintasi jalan tersebut. Meskipun jalan tersebut masuk dalam anggaran DAK 2020 kabupaten, namun karena terhalang pandemi sehingga ditunda.
“Ini adalah bentuk peduli kami kepada pengendara yang melintas, dan sebenarnya jalan ini sudah masuk dalam DAK kabupaten, tapi kan tidak tahu kapan di perbaiki karena ada virus corona, akan tetapi masyarakat antusias untuk segera memperbaiki dengan swadaya,” kata Ropiq.
Sementara itu, Kepala Desa Pasirawi, Muhammad Rasidi mengucapkan terimakasihnya kepada masyarakat Desa Mogana dan Desa Pasirawi karena telah antusias dan semangat untuk memperbaiki jalan, dirinya berterima kasih kepada donatur yang sudah membantu secara moril maupun materil.
“Saya ucapkan terimakasih kepada masyarakat Desa Mogana dan Desa Pasirawi, serta para donatur yang sudah membantu untuk perbaikan jalan ini,” imbuhnya.
Di lokasi yang sama, Tokoh Masyarakat Kabupaten Pandeglang, Aap Aptadi menuturkan, jumlah ruas jalan dengan APBD Kabupaten Pandeglang tidak berbanding lurus, sehingga harus ada partisipasi dan gotong royong dari masyarakat.
“Saya kalau mendengar ada gotong royong seperti ini kalau saya di beritahu saya pasti hadir, apapun yang bisa saya lakukan minimal memberi dukungan moral. Ya syukur-syukur kita bisa membantu segi material, seperti semen dan pasir, minimal kita bangga di daerah pandeglang masih ada di beberapa semangat masyarakat bergotong royong yang masih tumbuh dan berkembang di masyarakat, dan ini harus di budayakan,” katanya.
Dia berharap semangat gotong royong terus dikembangkan di semua daerah, meskipun sedikit yang rusak, namun jika melihat daerah lain mencapai puluhan kilo jalan rusak.
“Pemerintah dalam hal ini harus selain memberikan pembiayaan dalam pembangunan jalan akan tetapi bagaimana caranya membangun semangat gotong royong di masyarakat, itu yang sekarang di contohkan di masyarakat sekarang ini,” katanya.
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi II DPRD Provinsi Banten, Yoyon Sujana mengatakan, dirinya bangga melihat antusias masyarakat dalam membangun jalan, meskipun dengan cara swadaya dan alakadarnya.
“Saya begitu dikasih kabar terkait dengan rencana kegiatan masyarakat swadaya membangun jalan ini, saya sangat mengapresiasi dan saya langsung jawab sampaikan kepada ada lurah, RW saya saya akan datang ke lokasi,” katanya. (De/red)



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.