SERANG – Ketua DPRD Banten H. Asep Rachmatullah mengapresisasi terbentuknya Ikatan Dosen Republik Indoensia (IDRI) sebagai sebuah organisasi profesi dosen, yang dapat dijadikan sebagai wadah aktualisasi tri darma perguruan tinggi dan pengembangan karir dosen, yang selama ini dirasakan masih belum optimal dilakukan oleh para dosen.

Diharapkan, kehadiran IDRI selain dapat memacu produktivitas dosen dalam menjalankan misi tri darma perguruan tinggi, diharapkan IDRI juga dapat berkontribusi secara nyata dalam proses pembangunan di daerah.

H. Asep Rahmatullah mengatakan hal tersebut saat menerima audiensi pengurus Ikatan Dosen Republik Indonesia (IDRI) Banten, yang di ketuai Achmad Rozi EL Eroy dan di dampingi oleh Eko Supriatno, Dewi Mutia dan Ahmad Rifai selaku pengurus IDRI Banten di kantornya, di Gedung DPRD Provinsi Banten, Selasa, (6/11/2018).

Saat Audiensi, Achmad Rozi EL Eroy selaku Ketua IDRI menyampaikan bahwa kehadiran IDRI di Banten adalah sebagai sebagai sebuah ikhtiar kelembagaan untuk menjadi wadah bagi Dosen-dosen di Banten dalam melaksanakan misi tri darma perguruan tinggi, dan memperkuat kapasitas karir dosen.

Disamping itu, lanjutnya, kehadiran IDRI juga diharapkan dapat menjadi mitra strategis bagi stakeholder lainnya di Banten.

“Insya Allah, sebagai awal yang baik dari terbentuknya kepengurusan IDRI di Provinsi Banten, kami akan melaksanakan pelantikan dan pengukuhan pengurus yang akan dilaksanakan tanggal 29 Nopember 2018 yang akan datang di gedung serba guna Kantor Gubernur Provinsi Banten,” ucapnya.

Lebih lanjut Achmad Rozi El Eroy selaku ketua IDRI Banten menjelaskan bahwa, dalam pelantikan tersebut akan dirangkai dengan acara Seminar Regional yang akan mengupas tentang Qou Vadis 18 Tahun Provinsi Banten.

Untuk itu, pihaknya mengharapkan kesediaan Ketua DPRD Banten berkenan untuk hadir dan memberikan sambutan dalam acara tersebut.

Menanggapi hal tersebut, Ketua DPRD Banten menyatakan siap hadir dan siap memberikan sambutan, sekaligus mendorong kepada IDRI Banten untuk sekaligus menyiapkan naskah kerjasama kelembagaan dengan DPRD Banten.

Asep Rahmatullah menegaskan bahwa, membangun Banten tidak hanya urusan Gubernur dan DPRD saja, tetapi semua komponen yang ada di Banten memiliki tanggung jawab untuk memberikan kontribusi nyata.

“Terlebih, Banten merupakan provinsi yang memiliki potensi-potensi luarbiasa untuk dikembangkan oleh semua komponen masyarakat yang ada di Banten, termasuk IDRI,” ungkap Asep.

Asep mencontohkan, persoalan pembangunan wisata di provinsi Banten, kedepan di Banten akan dikembangkan pada lima jenis wisata yang dapat meningkatkan pendapatan asli daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Adapun, lanjutnya, kelima jenis wisata tersebut adalah, wisata religi, wisata kuliner, wisata belanja, wisata industri dan wisata bahari.

“Kelima jenis wisata ini jika dikembangkan secara profesional, maka tidak menutup kemungkinan Banten akan menjadi daerah tujuan wisata yang paling diminati oleh para turis, dan dengan sendirinya akan menumbuhkan kreatifitas masyarakat untuk berusaha secara maksimal dan dapat mengurangi angka pengangguran yang saat ini semakin meningkat,” paparnya.

Lebih lanjut Asep yang merupakan ketua Partai PDI Perjuangan Provinsi Banten menjelaskan bahwa, persoalan pengangguran di Banten yang saat ini meningkat, penyebab utamanya adalah karena mereka malas mencari pekerjaan, lemahnya kreatifitas pencari kerja dan banyak yang mengandalkan menjadi PNS.

Diakhir audiensi, Achmad Rozi El Eroy yang juga sebagai Dosen Tetap di STIE Al Khairiyah Cilegon berkesempatan memberikan cinderamata sebuah Buku yang berjudul Antologi Dosen Banten Menulis.

Buku tersebut merupakan kumpulan tulisan dosen Banten yang tersebar di berbagai Perguruan Tinggi se Banten dan merupakan karya pertama IDRI Banten, yang Insya Allah rencananya akan di Launching bersamaan saat acara pelantikan pengurus IDRI Banten pada tanggal 29 November 2018 yang akan datang. (Zal/Red)