Komunitas Stand-Up Indo Cilegon Dorong Komedi sebagai Medium Kritik Sosial
HARIANBANTEN.CO.ID – Komunitas Stand-Up Indo Cilegon kembali menunjukkan taringnya lewat gelaran puncak Recomic Season 5 yang berlangsung meriah di Swiss-Belhotel Cilegon, Sabtu (2/8/2025) malam.
Acara tahunan ini bukan cuma jadi ajang pencarian bakat komika muda, tapi juga ruang kolaborasi seni yang mempertemukan para seniman lokal lintas bidang.
Ketua Stand-Up Indo Cilegon, Selpa Prasetya, menyebut stand-up comedy kini punya peran lebih dari sekadar hiburan.
“Kami ingin stand-up comedy tidak berdiri sendiri, tapi bersinergi dengan seni budaya lain di Cilegon,” ujar Selpa saat ditemui usai acara.
Menurutnya, komedi tunggal kini juga bisa jadi medium kritik sosial dan refleksi budaya. Bahkan, komunitas ini sudah beberapa kali tampil bersama Dewan Kebudayaan, termasuk dalam peringatan 1 Muharram kemarin.
Selpa juga mengajak anak muda untuk bergabung. “Kalau Anda suka bercerita atau ingin melatih kepercayaan diri, stand-up comedy adalah ruang yang tepat,” ajaknya.
Tiga Finalis, Satu Iqbal Santos, dan Harapan Besar
Puncak Recomic Season 5 dimeriahkan oleh penampilan tiga finalis: Rama Marantika, Dwi Wahono, dan Diliana Astri. Mereka tampil di hadapan ratusan penonton dengan materi segar dan gaya yang unik.
Adnan membuka malam dengan pembuka penuh punchline, sementara penutupnya dipegang oleh Iqbal Santos, komika muda andalan komunitas yang kembali mencuri perhatian dengan gayanya yang khas.
Nama-nama seperti Iqbal Santos, Bambang Sinaga, hingga Adam Datau mulai dikenal publik. Bahkan, Bambang sudah mengantongi golden ticket dari audisi SUCI (Stand-Up Comedy Indonesia), membuka peluang tampil di televisi nasional.
Meski prestasi terus tumbuh, komunitas ini masih menghadapi keterbatasan, terutama soal SDM dan dana operasional.
“Tujuan kami jelas: go nasional, go TV. Tapi kami butuh dukungan nyata. Bentuk paling sederhana adalah penghargaan,” kata Selpa.
Dapat Dukungan Dewan Kebudayaan
Dukungan datang dari Ketua Dewan Kebudayaan Kota Cilegon, Ayatullah Khumaeni, yang turut hadir dan mengapresiasi Recomic Season 5.
“Kami melihat stand-up comedy bukan sekadar hiburan, tetapi sebagai medium budaya yang kuat,” ujarnya.
Menurutnya, komunitas ini berhasil menyampaikan kritik sosial secara cerdas tanpa melupakan akar budaya lokal. Ia memastikan Dewan Kebudayaan siap bersinergi dengan komunitas-komunitas kreatif semacam ini.
“Budaya tidak bisa berjalan sendiri. Ia tumbuh lewat kolaborasi. Dan komunitas seperti ini adalah salah satu denyut kebudayaan Cilegon hari ini,” tutupnya.
Dengan semangat kolaborasi dan dukungan yang terus tumbuh, Stand-Up Indo Cilegon siap melangkah lebih jauh. Target mereka jelas: membawa komika Cilegon ke panggung nasional. (Red)



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.