CILEGON – Setelah Ramainya pemberitaan nenek Romlah (60) warga Tegal Wangi Kruwuk RT 05/07, Kelurahan Rawa Arum, Kecamatan Grogol, Kota Cilegon yang tergolong tidak mampu dan kondisinya yang sangat memprihatikan.

Sebelumnya diberitakan, Romlah tinggal dengan seorang anak dan cucu, namun sang cucu meninggal lantaran tenggelam di laut pada penghujung tahun 2013 silam. Saat ini ia hidup dengan seorang anak perempuan yang masih berjuang untuk kesembuhannya.

Sudah bertahun-tahun Romlah mederita sakit, karena bagian tubuh kanannya lumpuh lantaran menderita penyakit stroke akibat penyakit darah tinggi sejak pertengahan tahun 2015 silam.

“Sekitar pertengahan tahun 2015 Ibu dirawat. Tadinya darah tinggi, kaki dan badannya sakit. Badannya sembuh, tapi kakinya ga bisa sembuh. Setelah itu lemas dan ga bisa jalan sehingga diperiksa ke rumah sakit, akhirnya terkena stroke,” kata Tati anak semata wayang Romlah, saat ditemui wartawan (26/5/2020) kemarin.

Sementara Ketua RT05/07, Ruston Nawawi mengatakan, pihaknya mengaku sudah lebih dari tiga kali pengajuan bantuan kepada pemerintah.

Namun, pengajuan yang disampaikan kepada pemerintah melalui dari tingkat RW dan kelurahan setempat, hingga saat ini belum ada hasilnya bantuan dari pemerintah, baik berupa PKH, BLT, BPNT dan bantuan bagi warga tidak mampu lainnya.

“Dulu sudah pernah diajukan dalam bentuk BLT, hanya saja belum mendapat respons dan realisasi,” jelasnya.

Menurutnya, semua warga tidak mampu yang sudah diajukan. Jika ada informasi bantuan pihaknya selalu memprioritaskan agar sampai ke ibu Romlah.

“Istilah saya hanya menyampaikan keluhan warga. Sesuai birokrasi diajukan melalui RW dan kelurahan,” ujarnya.

Ia menambahkan, meski sangat prihatin dengan kondisi yang menimpa warganya. Karena hingga saat ini belum tersentuh bantuan dari pihak pemerintah. Dirinya sudah berupaya meminta dan mengajukan bantuan dilakukan sudah lebih dari tiga kali, hal tersebut apabila ada informasi bantuan dari kelurahan.

“Penghasilan anaknya pun terbilang masih kurang untuk biaya ekonomi keluarga. Dalam sehari paling dapat untuk sekitar Rp20 ribu, itu pun kalau ada yang beli,” pungkasnya. (red)