CILEGON— Adanya pernyataan manajemen PT. Krakatau Steel melalui Surat bernomor: 052/Dir.SDM-KS/2021 Perihal Pembangunan Akses Jalan Pelabuhan Warnasari oleh PT. Pelabuhan Cilegon Mandiri (PCM) yang menyatakan bahwa perusahaan BUMN tersebut belum memberikan izin kepada perusahaan BUMD Cilegon menuai kecaman dari elemen masyarakat.

Terlebih dalam surat tertanggal 23 April 2021 yang ditandatangani oleh Direktur SDM PT. KS, Rahmad Hidayat itu juga menegaskan soal penolakan PT. KS dan Group akan Rencana Induk Pelabuhan (RIP) yang diajukan oleh PT. PCM karena dianggap desain dermaga menghalangi perairan di depan tanah anak perusahaan PT. KS.

Seperti yang diungkapkan oleh Ketua Presidium Front Daulat Pribumi, Isbatullah Alibasja yang langsung menyikapi beredarnya surat dari PT. KS tersebut.

“Kami atas nama Front Daulat Pribumi sangat menyayangkan sikap PT. Krakatau Steel karena PCM bagaimana pun juga adalah bagian dari cita-cita dari masyarakat Kota Cilegon yang ingin memiliki pelabuhan sendiri,” katanya, melalui pesan Whattsappnya, Jum’at (23/4/2021) malam.

Lebih lanjut, aktifis yang terkenal vocal tersebut juga menjelaskan soal sejarah panjang perjuangan serta pengorbanan dari upaya pembangunan Pelabuhan Warnasari yang kabarnya sudah menghabiskan anggaran sebanyak puluhan miliar.

“Kami berharap, PT. PCM ini programnya terus berlanjut apa pun resikonya. Sehingga dengan ini kita menyatakan sikap, mengutuk keras sikap PT. KS karena dalam hal ini menghalang-halangi proyek strategis daerah,” jelasnya.

“Kedua, kami meminta kepada Helldy Agustian selaku walikota baru kita untuk bersikap terkait perkara ini. Jangan hanya diam, apa sikap Helldy terkait dengan kebijakan melalui surat penolakan PT. KS ini ? Kita juga menuntut sikap dari Helldy seperti apa?” tandasnya.

Sebelumnya dorongan kepada Helldy Agustian untuk bisa segera melanjutkan pembangunan Pelabuhan Warnasari juga datang dari PMAG, APIB Banten serta elemen masyarakat lainnya. (red)