Pembangunan “Flyover” Di Kaligandu 2021
SERANG – Pembangunan jembatan layang atau “flyover” di frontage Kaligandu, Kecamatan Serang, Kota Serang baru akan direalisasikan pada 2021. Sebab, saat ini Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Serang masih dalam proses pelaksanaan dan perencanaan design.
Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga DPUPR Kota Serang Asep Heryawan mengatakan, saat ini pihaknya sedang menunggu rekomendasi dari kementrian dan PT Kereta Api Indonesia (KAI) terkait izin perlintasannya. Hal ini juga sambil menunggu pelaksanaan pembangunan fisik jembatan layang sekaligus melakukan peninjauan lokasi.
“Sementara ini kami juga sedang menunggu rekomendasi dari kementrian dan KAI. Artinya sebelum pelaksanaan itu dibuat, kami bisa menggunakan itu (perlintasan kereta api). Akan tetapi Pemkot Serang sendiri sudah mengalokasikan pada 2020 atau 2021 untuk pembangunan fisiknya,” ujarnya, Sabtu (27/10/2019).
Namun, kata dia, terkendala dengan design pembangunan yang masih kontrak oleh pihak ketiga. Sehingga pihaknya belum bisa menghitung berapa anggaran yang dihabiskan untuk pembuatan jembatan layang tersebut. Akan tetapi, sejumlah proses dan tahapan tetap dilakukan oleh Dinas PUPR. Seperti proses perizinan dan surat rekomendasi.
“Jadi nanti kami tidak terkendala dengan proses perizinan maupun rekomendasi itu. Karena masih proses design juga, kami belum bisa mengatakan total anggaran. Akan tetapi, untuk tahap pertama bisa menghabiskan anggaran sekitar Rp 20 miliar. Karena kan ada beberapa yang harus dikerjakan,” katanya.
Pekerjaan ini juga, ucap dia, rencananya akan dilakukan dua tahap. Pertama, izin rekomendasi dan titik lokasi pondasi serta pembangunan jalan yang terpotong. Kemudian, tahap satu ini akan dilakukan pada 2020, sedangkan tahap dua dilakukan pada 2021. “Rencananya kalau memang memungkinkan pada 2020 ada anggaran, kami akan kerjakan dua tahap. Tapi tetap, pada pembangunan fisiknya di 2021, untuk penyelesaiannya,” jelasnya.
Anggaran tersebut, kata dia, akan dianggarkan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Murni 2020 dan 2021. “Tapi mungkin ada juga bantuan dari kementrian. Tapi kami menganggarkan di APBD Murni. Namun secara rill-nya kami belum bisa memastikan berapa angkanya,” katanya.
Asep menuturkan, jalur tersebut akan ditutup sementara sampai surat rekomendasi dan izin perlintasan keluar. “Kalau sekarang ini sebenarnya liar. Jadi mereka memaksakan melewati jalan fronttage itu,” tuturnya.
Sementara, Walikota Serang Syafrudin menginginkan pekerjaan jalan frontage tersebut dapat segera dilakukan dalam waktu dekat ini. Sebab, jalan tersebut merupakan kebutuhan masyarakat. “Saya kira bisa dilakukan secepatnya. Tapi memang terbentur anggaran. Mudah-mudahan 2020 nanti sudah bisa mulai pembangunannya,” katanya. (HRS/Red)



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.