HARIANBANTEN.CO.ID — Pemerintah Kota Cilegon bergerak cepat menangani longsor yang mengancam akses utama warga di Lingkungan Pasir Salam, Kelurahan Gerem, Kecamatan Grogol. Penanganan darurat dilakukan melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Cilegon dengan rencana pemasangan tembok penahan tanah (TPT).

Kepala Bidang Bina Marga DPUPR Kota Cilegon, Tophan Dwi Ranggayudha, mengatakan longsor dipicu gerusan tanah akibat hujan deras berintensitas tinggi yang terjadi dalam beberapa hari terakhir. Kondisi tersebut membuat badan jalan rawan melebar dan berpotensi amblas.

“Iya, akan segera ditangani. Ini sudah menjadi atensi Pak Wali Kota. Tanah tergerus akibat hujan deras, sehingga penanganannya dilakukan dengan pemasangan TPT di lokasi tersebut,” kata Tophan saat dikonfirmasi, Minggu (4/1/2026).

Tophan menegaskan percepatan penanganan dilakukan untuk mencegah kerusakan yang lebih luas sekaligus menjamin keselamatan dan kelancaran aktivitas warga.

“Kami khawatir gerusan tanah semakin melebar, sehingga harus cepat ditangani,” ujarnya.

Sebelumnya, longsor di kawasan Pasir Salam dilaporkan nyaris memutus satu-satunya akses jalan utama warga. Menyikapi kondisi tersebut, Wali Kota Cilegon Robinsar turun langsung ke lokasi untuk memastikan situasi lapangan sekaligus menginstruksikan penanganan darurat.

Instruksi tersebut meliputi pemasangan tembok penahan tanah, pengerasan badan jalan, serta pembuatan saluran air guna mengantisipasi longsor susulan.

Longsor tersebut berdampak langsung terhadap sekitar 88 kepala keluarga. Jika tidak segera ditangani, warga berpotensi terisolasi dan aktivitas sehari-hari dapat terganggu.

Pemerintah Kota Cilegon juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana susulan di tengah cuaca ekstrem, serta mengajak peran aktif RT dan RW untuk memantau wilayah rawan demi keselamatan bersama. (red)