SERANG – Menanggapi adanya penusukan pada Menko Polhukam Jenderal TNI ( Purn ) Wiranto seusai menghadiri acara di Pintu Gerbang Lapangan Alun – alun Menes, Desa Purwaraja, Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang sekira pukul 11.55 WIB. Sekretaris Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) provinsi Banten, Amas Tadjudin meminta untuk diusut tuntas, karena pelaku disinyalir kelompok anti idiologi negara pancasila.

“Apapun motifnya, penyerangan terhadap menkopolhukam di Menes, Pandeglang adalah perbuatan kejahatan yang harus diusut tuntas, apalagi pelakunya disinyalir kelompok terpapar anti idiologi negara pancasila,” kata Amas kepada awak media, Kamis (10/10/2019).

Lebih detail, Amas menjelaskan bahwa, pelakunya dipastikan terpapar faham khilafah-NII-ISIS yang hendak membuat kekacauan dan bisa saja untuk menggagalkan pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih. “Mengingat pak Wiranto sebagai menkopolhukam adalah pemegang amanat keamanan Negara,” paparnya.

Menurut Amas, ancaman nyata gerakan faham radikal terorisme itu ada di Banten. Oleh karena itu, tanpa ragu mendukung aparat keamanan Polri dan TNI untuk berindak tegas terhadap kelompok terpapar khilafah ISIS dan NII sesuai hukum dan perundang undangan. “Kepada masyarakat untuk tetap tenang dan tingkatkan kewaspadaan, serta jangan terprovokasi para petualang politik dan pengasong anti idiologi negara pancasila,” ajak Amas Tadjuddin yang juga Sekretaris FKPT Banten. (HRS/Red)