HARIANBANTEN.CO.ID – Pemerintah Kota Cilegon menggelar upacara peringatan Hari Otonomi Daerah Tahun 2026 di Halaman Kantor Wali Kota Cilegon, Senin (4/5/2026).

Kegiatan ini dilaksanakan usai Upacara Hari Pendidikan Nasional, dengan mengusung tema “Dengan Otonomi Daerah Kita Wujudkan Asta Cita” sebagai bentuk komitmen mendukung pembangunan menuju Indonesia Emas 2045.

Upacara berlangsung tertib dan khidmat, diikuti oleh jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN), tenaga pendidik, pelajar, serta unsur masyarakat. Wali Kota Cilegon, Robinsar, bertindak sebagai pembina upacara.

Dalam amanatnya, Robinsar menekankan pentingnya penguatan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mendorong pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan. Menurutnya, semangat otonomi daerah menjadi landasan strategis dalam mempercepat pembangunan di berbagai sektor, terutama pendidikan.

“Momentum ini menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan, khususnya di bidang pendidikan, sangat bergantung pada kolaborasi yang kuat antara pemerintah pusat dan daerah,” ujar Robinsar.

Ia menambahkan, otonomi daerah memberikan ruang bagi pemerintah daerah untuk menghadirkan kebijakan yang lebih adaptif dan inovatif, sesuai dengan kebutuhan masyarakat di wilayahnya masing-masing.

“Melalui otonomi daerah, pemerintah daerah memiliki fleksibilitas untuk menghadirkan kebijakan yang responsif serta mampu menjawab tantangan pembangunan secara tepat sasaran,” lanjutnya.

Robinsar juga menegaskan bahwa sinergi tidak boleh berhenti pada tataran konsep, melainkan harus diwujudkan dalam langkah nyata, khususnya dalam meningkatkan kualitas dan pemerataan layanan pendidikan.

Pemerintah Kota Cilegon, kata dia, terus berupaya meningkatkan pelayanan publik melalui penguatan tata kelola pemerintahan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta pembangunan infrastruktur yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.

Selain itu, ia mengajak seluruh ASN untuk terus meningkatkan kinerja, menjaga integritas, serta memperkuat koordinasi lintas sektor sebagai bagian dari implementasi otonomi daerah yang efektif dan bertanggung jawab.

“Sinergi yang kuat antara pusat dan daerah harus terus dijaga melalui komunikasi yang baik, kerja sama yang solid, serta komitmen bersama dalam melayani masyarakat,” tegasnya.

Pada kesempatan tersebut, Pemkot Cilegon juga memberikan penghargaan kepada 71 pensiunan ASN serta keluarga waris ASN yang telah meninggal dunia. Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas dedikasi dan pengabdian para ASN selama menjalankan tugas sebagai abdi negara.

Robinsar menyebut penghargaan tersebut sebagai simbol penghormatan sekaligus motivasi bagi ASN yang masih aktif untuk terus bekerja dengan integritas dan tanggung jawab.

Dengan semangat otonomi daerah, Pemerintah Kota Cilegon optimistis dapat terus berkontribusi dalam mewujudkan masyarakat yang maju, mandiri, dan sejahtera, sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045. (Adv)