Pintu Belakang Kwadanaan Digembok Petugas
PANDEGLANG – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kecamatan Menes, Pandeglang, melakukan penutupan pintu belakang Gedung Kwadanaan Menes, Kecamatan Menes, Kamis (22/1/2020).
Aksi tersebut dilakukan, untuk mengantisipasi perilaku asusila yang dilakukan oleh orang yang tidak bertanggungjawab. Seba ruangan bagian belakang Gedung Cagar Budaya itu kerap dijadikan tempat bermain muda – mudi.
MP Pol PP Kecamatan Menes, Haerul mengatakan, pada saat melakukan patroli tadi siang, pihaknya melihat bahwa banyak para remaja yang bermain di dalam ruangan belakang Kwadanaan. Karena hawatir berbuat yang diluar aturan, maka pihaknya melakukan pengusiran dan menutup pintu ruang belakarng Gedung Bersejarah itu secara permanen.
“Tadi banyak para remaja di dalam ruangan. Saya hawatir ada perbuatan maksiat, makanya kami usir danenutup pintu secara permanen, supaya ruangan itu tidak orang sembarangan bisa masuk,” ujarnya.
Lanjut Haerul, banyaknya warga yang kerap bermain di belakang Gedung Kwadanaan tersebut, dihawatirkan terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan. Terlebih jika yang bermain di dalam ruangan Gedung, tentu kehawatiran itu cukup besar.
“Apalagi yang sering bermain di lingkungan Kwadanaan itu pasangan muda – mudi. Maka kami sangat hawatir berprilaku maksiat, oleh karena itu pintu belakang gedung kami tutup,” katanya.
Pihaknya juga mengaku, kedepan akan mengintensifkan patroli malam. Karena biasanya kalau malam hari, bagian belakang gedung cukup gelap, jadi takut dijadikan kesempatan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab untuk berprilaku maksiat.
“Kami akan melakukan patroli secara rutindi kawasan Gedung Bersejarah itu, supaya lebih kondusif lagi,” ujarnya.
Saat ditanya apa saja yang ditemukan saat melakukan pengusiran para remaja yang bermain, dan penutupan pintu Gedung Kwadanaan. Haerul mengaku, tidak menemukan apa – apa, hanya saja orang yang bermain di dalam ruangan dipinta untuk keluar.
“Tidak ada barang terlarang yang kami temukan. Hanya mengeluarkan para remaja yang tengah bermain di dalam ruangan, lalu pintu kami tutup permanen dengan menggunakan kayu,” katanya. (De/Red)



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.